Waspada! Modus Peretasan Akun Lewat Telepon dan Link Palsu Intai Warga Lamandau

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kejahatan siber kini kian marak terjadi di wilayah Kabupaten Lamandau. Tidak pandang bulu, mulai dari kalangan pejabat hingga masyarakat biasa kini menjadi sasaran empuk para pelaku peretasan akun media sosial dan WhatsApp.

Hal ini kembali terjadi di lingkungan masyarakat baru-baru ini. Salah seorang warga bernama Ayu menceritakan pengalaman mendebarkan yang nyaris membuat dirinya menjadi korban penipuan dan peretasan akun keuangan digitalnya.

Berdasarkan penuturan Ayu, aksi percobaan penipuan ini dimulai saat ia menerima panggilan telepon dari orang tidak dikenal. Pelaku melancarkan aksi dengan memberikan tuduhan palsu dan tekanan psikologis kepada korban.

“Penipu menelpon dan mengatakan nomor saya melakukan pelanggaran transaksi ke akun judi online (judol),” ungkap Ayu kepada wartawan Sabtu (16/5).

Baca Juga :  KPK Sesalkan Langkah Dewi Tanjung Polisikan Novel Baswedan

Pelaku kemudian memanipulasi Ayu dengan menyuruhnya melakukan uji coba pengiriman dana ke rekening mana saja. Pelaku berdalih, jika proses transfer tersebut gagal, maka akun milik Ayu bermasalah dan harus segera diperbaiki.

Benar saja, ketika dicoba dan prosesnya gagal, pelaku langsung menawarkan “bantuan” untuk memperbaiki akun tersebut. Pelaku mengirimkan sebuah tautan (link) yang sekilas tampak sangat meyakinkan seperti halaman pembaruan akun resmi. Ujung-ujungnya, korban diminta untuk melakukan verifikasi kode yang dikirimkan ke ponselnya.

Nyaris Jadi Korban, Berhasil Sadar di Menit Akhir

Electronic money exchangers listing

Beruntung, Ayu langsung menyadari ada yang tidak beres dengan permintaan kode verifikasi tersebut. Ia segera membatalkan pengiriman kode tersebut sebelum pelaku berhasil menguasai akunnya.

Baca Juga :  Beberapa Tanda Kecanduan Media Sosial Membentuk Pribadi Tertutup

Meskipun menyadari aksinya mulai dicurigai, pelaku tidak menyerah begitu saja. Pelaku terus melakukan panggilan telepon secara agresif dan melontarkan ancaman demi mendesak korban.

“Intinya mereka terus menelpon dan mendesak. Bahkan mengancam akan memblokir akun saya selamanya kalau tidak melakukan perbaikan akun saat itu juga,” tambah Ayu.

Berkaca dari kejadian yang menimpa Ayu, masyarakat Kabupaten Lamandau diimbau untuk semakin memperketat kewaspadaan terhadap panggilan dari nomor asing yang bernada mendesak atau mengancam. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kejahatan siber kini kian marak terjadi di wilayah Kabupaten Lamandau. Tidak pandang bulu, mulai dari kalangan pejabat hingga masyarakat biasa kini menjadi sasaran empuk para pelaku peretasan akun media sosial dan WhatsApp.

Hal ini kembali terjadi di lingkungan masyarakat baru-baru ini. Salah seorang warga bernama Ayu menceritakan pengalaman mendebarkan yang nyaris membuat dirinya menjadi korban penipuan dan peretasan akun keuangan digitalnya.

Berdasarkan penuturan Ayu, aksi percobaan penipuan ini dimulai saat ia menerima panggilan telepon dari orang tidak dikenal. Pelaku melancarkan aksi dengan memberikan tuduhan palsu dan tekanan psikologis kepada korban.

Electronic money exchangers listing

“Penipu menelpon dan mengatakan nomor saya melakukan pelanggaran transaksi ke akun judi online (judol),” ungkap Ayu kepada wartawan Sabtu (16/5).

Baca Juga :  KPK Sesalkan Langkah Dewi Tanjung Polisikan Novel Baswedan

Pelaku kemudian memanipulasi Ayu dengan menyuruhnya melakukan uji coba pengiriman dana ke rekening mana saja. Pelaku berdalih, jika proses transfer tersebut gagal, maka akun milik Ayu bermasalah dan harus segera diperbaiki.

Benar saja, ketika dicoba dan prosesnya gagal, pelaku langsung menawarkan “bantuan” untuk memperbaiki akun tersebut. Pelaku mengirimkan sebuah tautan (link) yang sekilas tampak sangat meyakinkan seperti halaman pembaruan akun resmi. Ujung-ujungnya, korban diminta untuk melakukan verifikasi kode yang dikirimkan ke ponselnya.

Nyaris Jadi Korban, Berhasil Sadar di Menit Akhir

Beruntung, Ayu langsung menyadari ada yang tidak beres dengan permintaan kode verifikasi tersebut. Ia segera membatalkan pengiriman kode tersebut sebelum pelaku berhasil menguasai akunnya.

Baca Juga :  Beberapa Tanda Kecanduan Media Sosial Membentuk Pribadi Tertutup

Meskipun menyadari aksinya mulai dicurigai, pelaku tidak menyerah begitu saja. Pelaku terus melakukan panggilan telepon secara agresif dan melontarkan ancaman demi mendesak korban.

“Intinya mereka terus menelpon dan mendesak. Bahkan mengancam akan memblokir akun saya selamanya kalau tidak melakukan perbaikan akun saat itu juga,” tambah Ayu.

Berkaca dari kejadian yang menimpa Ayu, masyarakat Kabupaten Lamandau diimbau untuk semakin memperketat kewaspadaan terhadap panggilan dari nomor asing yang bernada mendesak atau mengancam. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru