Gubernur Kalteng Usulkan Penambahan Kuota BBM dan LPG, Siapkan Sidak hingga Pangan Murah

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran. Menyatakan pemerintah provinsi telah membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti persoalan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di wilayahnya.

“Kami sudah buat tim ini, bukan hanya BBM saja, tapi kemana-mana. Kami nanti mungkin akan sidaknya kemana-mana ya, akibat dari BBM itu sendiri,” ujarnya.

Dia menjelaskan, langkah pengawasan tersebut tidak hanya difokuskan pada distribusi BBM, tetapi juga mencakup sektor lain seperti ketersediaan pangan dan LPG guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat.

“Kami juga ingin ketersediaan pangan, selain BBM ini kan LPG bagaimana,” katanya.

Berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah mengusulkan penambahan kuota BBM dan LPG ke pemerintah pusat. Termasuk untuk jenis subsidi maupun non-subsidi.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Tinjau Kantor Nakertrans Usai Salat Subuh dan Tausiah

“Kalau melihat hasil koordinasi kemarin, kami selaku gubernur minta kuotanya dilebihkan. Contohnya, kita ada tiga depot di Kalimantan Tengah ini, satu di Sampit, satunya di Pangkalan Bun, satunya di Pulang Pisau,” ungkapnya.

Selain itu. Sejumlah daerah di Kalimantan Tengah juga mengajukan tambahan fasilitas distribusi, untuk memperkuat pasokan energi di wilayah masing-masing.

Electronic money exchangers listing

“Kami kemarin minta tambah dua, yang lain kabupaten/kota minta tiga, dan sebagainya. Kami sudah usul ke pusat untuk BBM ini, maupun LPG, baik subsidi maupun non-subsidi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga barang, pemerintah provinsi juga akan menggencarkan kegiatan sidak serta menggelar program pangan murah di berbagai daerah.

“Kami akan sidak-sidak terus, selain itu kami juga akan mengadakan pangan murah. Jadi tidak pakai pasar murah lagi, tapi pangan murah,” tegasnya.

Baca Juga :  Orientasi Tuntas, PPPK Angkatan III Kalteng Didorong Tingkatkan Pelayanan Publik

Dia menambahkan, program tersebut akan dilaksanakan secara luas di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk mencakup distribusi LPG, guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Nanti mungkin bentuknya kami lakukan se-Kalimantan Tengah, termasuk LPG juga supaya menjaga stabilitas harga barang,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran. Menyatakan pemerintah provinsi telah membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti persoalan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di wilayahnya.

“Kami sudah buat tim ini, bukan hanya BBM saja, tapi kemana-mana. Kami nanti mungkin akan sidaknya kemana-mana ya, akibat dari BBM itu sendiri,” ujarnya.

Dia menjelaskan, langkah pengawasan tersebut tidak hanya difokuskan pada distribusi BBM, tetapi juga mencakup sektor lain seperti ketersediaan pangan dan LPG guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat.

Electronic money exchangers listing

“Kami juga ingin ketersediaan pangan, selain BBM ini kan LPG bagaimana,” katanya.

Berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah mengusulkan penambahan kuota BBM dan LPG ke pemerintah pusat. Termasuk untuk jenis subsidi maupun non-subsidi.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Tinjau Kantor Nakertrans Usai Salat Subuh dan Tausiah

“Kalau melihat hasil koordinasi kemarin, kami selaku gubernur minta kuotanya dilebihkan. Contohnya, kita ada tiga depot di Kalimantan Tengah ini, satu di Sampit, satunya di Pangkalan Bun, satunya di Pulang Pisau,” ungkapnya.

Selain itu. Sejumlah daerah di Kalimantan Tengah juga mengajukan tambahan fasilitas distribusi, untuk memperkuat pasokan energi di wilayah masing-masing.

“Kami kemarin minta tambah dua, yang lain kabupaten/kota minta tiga, dan sebagainya. Kami sudah usul ke pusat untuk BBM ini, maupun LPG, baik subsidi maupun non-subsidi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga barang, pemerintah provinsi juga akan menggencarkan kegiatan sidak serta menggelar program pangan murah di berbagai daerah.

“Kami akan sidak-sidak terus, selain itu kami juga akan mengadakan pangan murah. Jadi tidak pakai pasar murah lagi, tapi pangan murah,” tegasnya.

Baca Juga :  Orientasi Tuntas, PPPK Angkatan III Kalteng Didorong Tingkatkan Pelayanan Publik

Dia menambahkan, program tersebut akan dilaksanakan secara luas di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk mencakup distribusi LPG, guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Nanti mungkin bentuknya kami lakukan se-Kalimantan Tengah, termasuk LPG juga supaya menjaga stabilitas harga barang,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru