BI dan Pemprov Kalteng Kompak Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Ancaman Global

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bersama Bank Indonesia memperkuat sinergi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global 2026.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalteng di Aula Betang Hapakat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Selasa (13/5/2026).

Dalam forum itu, sektor pertanian, hilirisasi industri, investasi, ketahanan pangan, hingga penguatan UMKM menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas dan daya saing ekonomi Kalteng.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kalteng, Sunarti, mengatakan kondisi ekonomi global saat ini masih dibayangi perlambatan ekonomi dunia dan fluktuasi pasar keuangan internasional. Meski begitu, Pemprov Kalteng optimistis pertumbuhan ekonomi daerah tetap bergerak positif.

Baca Juga :  Abdul Hamid Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PMI Lamandau, Siap Genjot Layanan Kemanusiaan

“Pertumbuhan ekonomi Kalteng diyakini tetap terjaga melalui dukungan sektor pertanian, industri pengolahan, hilirisasi, investasi, serta penguatan ketahanan pangan dan energi,” ujar Sunarti.

Kegiatan bertema “Batang Gawi: Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi Menuju Kalteng Berdaya Saing” itu juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun nasional.

Menurut Sunarti, daerah perlu terus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru, salah satunya melalui pengembangan sektor pariwisata dan UMKM berbasis digital.

Electronic money exchangers listing

“Kita harus memperkuat daya saing UMKM lewat pelatihan, dukungan sarana prasarana, serta memperluas kerja sama dengan industri domestik,” katanya.

Ia menegaskan, sinergi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk dalam pengendalian inflasi dan peningkatan produksi pangan.

Baca Juga :  Eddy Raya–Khristianto Resmi Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Barsel

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Adhi Nugroho, menyebut ketidakpastian ekonomi global pada 2026 masih cukup tinggi akibat konflik geopolitik dan tekanan inflasi dunia.

Namun demikian, Bank Indonesia tetap mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dan memberikan rekomendasi kebijakan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” ungkap Adhi.

Ia berharap kolaborasi antara Pemprov Kalteng, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat demi meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

“Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk mendukung kemajuan ekonomi Kalteng,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) bersama Bank Indonesia memperkuat sinergi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tantangan ekonomi global 2026.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalteng di Aula Betang Hapakat Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Selasa (13/5/2026).

Dalam forum itu, sektor pertanian, hilirisasi industri, investasi, ketahanan pangan, hingga penguatan UMKM menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas dan daya saing ekonomi Kalteng.

Electronic money exchangers listing

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kalteng, Sunarti, mengatakan kondisi ekonomi global saat ini masih dibayangi perlambatan ekonomi dunia dan fluktuasi pasar keuangan internasional. Meski begitu, Pemprov Kalteng optimistis pertumbuhan ekonomi daerah tetap bergerak positif.

Baca Juga :  Abdul Hamid Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PMI Lamandau, Siap Genjot Layanan Kemanusiaan

“Pertumbuhan ekonomi Kalteng diyakini tetap terjaga melalui dukungan sektor pertanian, industri pengolahan, hilirisasi, investasi, serta penguatan ketahanan pangan dan energi,” ujar Sunarti.

Kegiatan bertema “Batang Gawi: Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi Menuju Kalteng Berdaya Saing” itu juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun nasional.

Menurut Sunarti, daerah perlu terus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru, salah satunya melalui pengembangan sektor pariwisata dan UMKM berbasis digital.

“Kita harus memperkuat daya saing UMKM lewat pelatihan, dukungan sarana prasarana, serta memperluas kerja sama dengan industri domestik,” katanya.

Ia menegaskan, sinergi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk dalam pengendalian inflasi dan peningkatan produksi pangan.

Baca Juga :  Eddy Raya–Khristianto Resmi Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Barsel

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Adhi Nugroho, menyebut ketidakpastian ekonomi global pada 2026 masih cukup tinggi akibat konflik geopolitik dan tekanan inflasi dunia.

Namun demikian, Bank Indonesia tetap mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dan memberikan rekomendasi kebijakan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” ungkap Adhi.

Ia berharap kolaborasi antara Pemprov Kalteng, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat demi meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

“Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk mendukung kemajuan ekonomi Kalteng,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru