26.1 C
Jakarta
Sunday, April 14, 2024

Kalteng Harus Mampu Membuat Perubahan, Jangan Hanya Bergantung pada Sa

PALANGKA
RAYA
-Kalteng
merupakan wilayah dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) melimpah, baik SDA
bumi maupun hayati yang tumbuh di atasnya. Meski demikian, Gubernur Kalteng H
Sugianto Sabran menginginkan agar Kalteng tidak selamanya bergantung pada hasil
perkebunan kelapa sawit dan hasil bumi seperti tambang batu bara.

Diungkapkannya, secara
perlahan Kalteng harus mampu membuat perubahan untuk mengembangkan perkebunan
lain selain perkebunan kelapa sawit. Pihaknya berharap agar beberapa tahun ke
depan pengembangan perkebunan nonsawit juga mengalami kemajuan.

“Saat ini memang
Kalteng masih bergantung pada perkebunan kepala sawit, CPO, dan turunannya,
termasuk pertambangan di wilayah DAS Barito,” katanya di gedung DPRD Kalteng,
belum lama ini.

Baca Juga :  Program Food Estate di Kapuas Terkendala Cuaca, Kini Lahan Tergenang A

Sugianto optimistis,
pada tahun 2023 nanti Kalteng telah mampu menghasilkan gula melalui pengembangan
perkebunan tebu. Pasalnya, rencana pengembangan perkebunan tersebut sudah mulai
dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kabupaten Seruyan.

“Saya berharap nanti
ada hilirisasi juga dari perkebunan tebu ini, sehingga masyarakat tak hanya
bergantung pada perkebunan sawit dan turunannya serta pertambangan,”ucapnya.

Gubernur khawatir apabila
dua komoditas ini (sawit dan tambang, red) mengalami penurunan harga, maka yang
dirugikan adalah masyarakat Kalteng. Hal itu bisa saja terjadi apabila
masyarakat Kalteng masih terus-terusan bergantung pada dua komoditas tersebut. Untuk
mengantisipasi kemungkinan itu, selaku kepala daerah di Kalteng, gubernur
berusaha merancang terobosan-terobosan untuk pengembangan perkebunan lainnya.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Dorong Peningkatan Daya Saing Wilayah

“Kami melakukan
terobosan dengan meminta bantuan kepada pemerintah pusat, termasuk meminta
bibit kelapa dalam, kopi, kakao, hingga karet,” katanya.

Apabila ini dikembangkan, maka perkebunan masyarakat
Kalteng akan lebih berkualitas, karena bibit-bibit yang diberikan pemerintah
pusat tentunya lebih baik daripada bibit yang dimiliki masyarakat. “Tentu bibit
dari pemerintah pusat itu berkualitas sehingga otomatis bisa mengembangkan
perkebunan masyarakat Kalteng,” pungkasnya. (abw/ce/ala) 

PALANGKA
RAYA
-Kalteng
merupakan wilayah dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) melimpah, baik SDA
bumi maupun hayati yang tumbuh di atasnya. Meski demikian, Gubernur Kalteng H
Sugianto Sabran menginginkan agar Kalteng tidak selamanya bergantung pada hasil
perkebunan kelapa sawit dan hasil bumi seperti tambang batu bara.

Diungkapkannya, secara
perlahan Kalteng harus mampu membuat perubahan untuk mengembangkan perkebunan
lain selain perkebunan kelapa sawit. Pihaknya berharap agar beberapa tahun ke
depan pengembangan perkebunan nonsawit juga mengalami kemajuan.

“Saat ini memang
Kalteng masih bergantung pada perkebunan kepala sawit, CPO, dan turunannya,
termasuk pertambangan di wilayah DAS Barito,” katanya di gedung DPRD Kalteng,
belum lama ini.

Baca Juga :  Program Food Estate di Kapuas Terkendala Cuaca, Kini Lahan Tergenang A

Sugianto optimistis,
pada tahun 2023 nanti Kalteng telah mampu menghasilkan gula melalui pengembangan
perkebunan tebu. Pasalnya, rencana pengembangan perkebunan tersebut sudah mulai
dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kabupaten Seruyan.

“Saya berharap nanti
ada hilirisasi juga dari perkebunan tebu ini, sehingga masyarakat tak hanya
bergantung pada perkebunan sawit dan turunannya serta pertambangan,”ucapnya.

Gubernur khawatir apabila
dua komoditas ini (sawit dan tambang, red) mengalami penurunan harga, maka yang
dirugikan adalah masyarakat Kalteng. Hal itu bisa saja terjadi apabila
masyarakat Kalteng masih terus-terusan bergantung pada dua komoditas tersebut. Untuk
mengantisipasi kemungkinan itu, selaku kepala daerah di Kalteng, gubernur
berusaha merancang terobosan-terobosan untuk pengembangan perkebunan lainnya.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Dorong Peningkatan Daya Saing Wilayah

“Kami melakukan
terobosan dengan meminta bantuan kepada pemerintah pusat, termasuk meminta
bibit kelapa dalam, kopi, kakao, hingga karet,” katanya.

Apabila ini dikembangkan, maka perkebunan masyarakat
Kalteng akan lebih berkualitas, karena bibit-bibit yang diberikan pemerintah
pusat tentunya lebih baik daripada bibit yang dimiliki masyarakat. “Tentu bibit
dari pemerintah pusat itu berkualitas sehingga otomatis bisa mengembangkan
perkebunan masyarakat Kalteng,” pungkasnya. (abw/ce/ala) 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/