PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menyoroti tantangan fiskal daerah pasca kebijakan efisiensi anggaran.
Itu disampaikan saat acara Halal Bi Halal serta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kalteng, Sabtu (4/4/2026).
Ia mengungkapkan bahwa APBD Kalteng mengalami penurunan dari Rp10,2 triliun menjadi Rp5,4 triliun, dengan porsi sebesar Rp3,6 triliun dialokasikan untuk belanja rutin.
“Dari total Rp5,4 triliun, sebesar Rp3,6 triliun digunakan untuk belanja rutin seperti pembayaran pegawai dan operasional. Sisa anggaran sekitar Rp1,6 triliun inilah yang digunakan untuk pembangunan. Kondisi ini justru menjadi pemicu bagi kami untuk lebih memprioritaskan program-program strategis,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemerintah Provinsi Kalteng tetap berkomitmen melaksanakan program prioritas, salah satunya melalui Kartu Huma Betang Sejahtera.
Edy juga menyinggung kedekatan emosional dan politik antara dirinya bersama Gubernur Agustiar Sabran dengan PKS. Ia mengungkapkan bahwa dalam perjalanan politiknya, PKS kerap menjadi partai pengusung, baik saat mendampingi Sugianto Sabran maupun pada periode saat ini bersama Gubernur Agustiar Sabran.
“PKS menjadi bagian penting dalam perjalanan politik kami, baik pada periode sebelumnya maupun saat ini,” imbuhnya.(mmckalteng)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo menyoroti tantangan fiskal daerah pasca kebijakan efisiensi anggaran.
Itu disampaikan saat acara Halal Bi Halal serta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kalteng, Sabtu (4/4/2026).
Ia mengungkapkan bahwa APBD Kalteng mengalami penurunan dari Rp10,2 triliun menjadi Rp5,4 triliun, dengan porsi sebesar Rp3,6 triliun dialokasikan untuk belanja rutin.
“Dari total Rp5,4 triliun, sebesar Rp3,6 triliun digunakan untuk belanja rutin seperti pembayaran pegawai dan operasional. Sisa anggaran sekitar Rp1,6 triliun inilah yang digunakan untuk pembangunan. Kondisi ini justru menjadi pemicu bagi kami untuk lebih memprioritaskan program-program strategis,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemerintah Provinsi Kalteng tetap berkomitmen melaksanakan program prioritas, salah satunya melalui Kartu Huma Betang Sejahtera.
Edy juga menyinggung kedekatan emosional dan politik antara dirinya bersama Gubernur Agustiar Sabran dengan PKS. Ia mengungkapkan bahwa dalam perjalanan politiknya, PKS kerap menjadi partai pengusung, baik saat mendampingi Sugianto Sabran maupun pada periode saat ini bersama Gubernur Agustiar Sabran.
“PKS menjadi bagian penting dalam perjalanan politik kami, baik pada periode sebelumnya maupun saat ini,” imbuhnya.(mmckalteng)