PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Palangka Raya, terutama menjelang acara penyambutan Tahun Baru 2026 yang akan diadakan di Bundaran Besar Palangka Raya.
Dia mengatakan, cuaca ekstrem berdampak langsung pada fasilitas lalu lintas, salah satunya insiden pohon tumbang seperti di Jalan M.H. Thamrin yang menyebabkan lampu lalu lintas (traffic light) mengalami gangguan dan sempat tidak berfungsi selama beberapa hari.
“Lampu merah ini memang agak unik karena kalau mati bukan hanya Dishub yang bisa langsung memperbaiki, tetapi harus berkoordinasi dengan PLN karena berkaitan dengan arus listrik dan teknisi khusus,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Dia menjelaskan, proses perbaikan lampu lalu lintas tidak selalu bisa diselesaikan dalam satu hari. Terutama jika kerusakan disebabkan faktor alam seperti pohon tumbang yang menarik jaringan secara keseluruhan.
“Kadang masyarakat mengeluh lampu mati, padahal kami sudah melakukan perbaikan. Namun karena prosesnya dan dampak pohon tumbang kemarin, semua ikut tertarik,” jelasnya.
Dia menambahkan, penanganan kejadian tersebut, dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi. Yakni melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, khususnya pada malam pergantian tahun, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. (*adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Palangka Raya, terutama menjelang acara penyambutan Tahun Baru 2026 yang akan diadakan di Bundaran Besar Palangka Raya.
Dia mengatakan, cuaca ekstrem berdampak langsung pada fasilitas lalu lintas, salah satunya insiden pohon tumbang seperti di Jalan M.H. Thamrin yang menyebabkan lampu lalu lintas (traffic light) mengalami gangguan dan sempat tidak berfungsi selama beberapa hari.
“Lampu merah ini memang agak unik karena kalau mati bukan hanya Dishub yang bisa langsung memperbaiki, tetapi harus berkoordinasi dengan PLN karena berkaitan dengan arus listrik dan teknisi khusus,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Dia menjelaskan, proses perbaikan lampu lalu lintas tidak selalu bisa diselesaikan dalam satu hari. Terutama jika kerusakan disebabkan faktor alam seperti pohon tumbang yang menarik jaringan secara keseluruhan.
“Kadang masyarakat mengeluh lampu mati, padahal kami sudah melakukan perbaikan. Namun karena prosesnya dan dampak pohon tumbang kemarin, semua ikut tertarik,” jelasnya.
Dia menambahkan, penanganan kejadian tersebut, dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi. Yakni melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, khususnya pada malam pergantian tahun, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. (*adr)