PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya bukan disebabkan kelangkaan Pertalite maupun pengurangan kuota bahan bakar bersubsidi tersebut. Pemerintah Kota Palangka Raya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan memastikan stok Pertalite masih tersedia.
“Sebenarnya tidak ada masalah dengan stok. Kuotanya masih tetap, hanya memang ada sedikit keterlambatan pengiriman Pertalite,” kata Zaini, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, antrean Pertalite di Palangka Raya dipicu oleh dua faktor. Selain adanya keterlambatan distribusi, permintaan masyarakat terhadap Pertalite juga meningkat karena banyak pengguna Pertamax beralih ke BBM bersubsidi tersebut.
“Masyarakat banyak beralih dari Pertamax ke Pertalite karena selisih harganya cukup besar. Pertalite sekitar Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax sekitar Rp16.000-an. Akhirnya masyarakat lebih memilih Pertalite,” ujarnya.
Dia menjelaskan, Pemko Palangka Raya telah meminta Pertamina menjaga kelancaran distribusi agar pasokan Pertalite di seluruh SPBU tetap aman. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan BBM.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pimpinan Pertamina agar jangan sampai ada kelangkaan. Artinya stok harus tetap tersedia, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Dia menambahkan, berdasarkan penjelasan Pertamina, keterlambatan distribusi hanya bersifat sementara dan tidak berkaitan dengan berkurangnya kuota Pertalite untuk Kota Palangka Raya. Ia optimistis kondisi distribusi akan segera kembali normal sehingga antrean di SPBU dapat berangsur terurai.
“Informasinya bukan karena kuota dikurangi atau terjadi kelangkaan. Ini hanya sedikit keterlambatan pengiriman. Mudah-mudahan distribusi segera normal kembali,” pungkasnya. (adr)


