PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan personel gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan pembasahan di sejumlah titik rawan.
Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto, mengatakan kegiatan pembasahan kembali dilaksanakan pada malam hari dengan menyasar tiga lokasi yang dinilai membutuhkan penanganan lanjutan.
“Semalam kami kembali melaksanakan kegiatan mulai pukul 20.00 WIB. Ada tiga titik yang menjadi fokus pembasahan, yakni di Jalan Soekarno, Jalan Mahir Mahar, dan Jalan Tjilik Riwut Km 17,” katanya, Senin (21/9/2026).
Menurut Berlianto, pembasahan dilakukan untuk menjaga kelembapan lahan yang telah dipadamkan sebelumnya agar tidak kembali mengering dan berpotensi memunculkan titik api baru.
Dia menjelaskan, kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan menyebabkan lahan yang tidak mendapatkan suplai air menjadi cepat kering. Karena itu, kegiatan pembasahan rutin dilakukan sebagai langkah pencegahan.
“Kalau siang tidak terkena air, lahan akan menjadi kering. Saat Pak Wali Kota turun ke lapangan juga terlihat kondisi lahan yang mulai mengering. Karena itu kami dari OPD mendapat tugas untuk terus melakukan pembasahan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemko Palangka Raya menyiapkan sekitar 15 armada yang akan dibagi ke sejumlah lokasi penanganan. Armada tersebut didukung personel gabungan dari berbagai OPD di lingkungan pemerintah kota.
Berlianto menyebut keterlibatan OPD dalam penanganan karhutla masih akan terus ditingkatkan seiring kebutuhan di lapangan.
“Ini gabungan dari seluruh OPD. Masih ada beberapa yang belum bergabung dan nanti akan kami tambah lagi,” ucapnya.
Untuk mendukung operasi tersebut, setiap OPD sedikitnya mengerahkan enam personel dalam dua shift kerja. Jumlah itu dapat bertambah hingga delapan orang per OPD sesuai kebutuhan.
“Kalau delapan personel per OPD dan dikalikan 34 OPD, jumlahnya bisa mencapai sekitar 272 orang yang terlibat. Selain itu ada juga dukungan dari Dinas Sosial dan unsur lainnya,” jelasnya.
Dia menambahkan, personel dibagi dalam dua shift, yakni pagi dan malam, guna memastikan kegiatan pembasahan berlangsung secara berkelanjutan.
“Kita bagi dua shift, pagi dan malam. Petugas yang bertugas sampai pukul 16.00 WIB akan beristirahat terlebih dahulu, kemudian mengikuti briefing sebelum kembali bertugas pada malam hari mulai pukul 20.00 WIB,” tutupnya. (adr)


