“Memang ada beberapa jalur yang drainasenya masih sangat kecil sekali sehingga tidak mampu menampung debit air apabila hujannya terlalu lebat. Makanya hari ini ada dari BPBD, ada dari Disperkimtan, dari Damkar juga turun untuk melihat dan langsung eksekusi di lapangan,” jelasnya.
Selain melakukan pembersihan saluran air, pemerintah juga menertibkan bangunan pedagang yang berdiri di atas drainase karena dinilai menghambat aliran air dan berpotensi memperparah genangan.
“Sementara untuk pedagang-pedagang yang ada di atas drainase, sudah kita sampaikan melalui RT dan kelurahan bahwa diberikan waktu satu bulan untuk membongkar sendiri dan dimundurkan,” lanjutnya.
Menurut Berlianto, sosialisasi terkait penataan bangunan di atas drainase sebenarnya telah dilakukan beberapa kali oleh pemerintah. Karena itu, mayoritas pedagang disebut mendukung langkah yang diambil untuk mengatasi persoalan genangan dan banjir di Jalan Kecipir.
“Alhamdulillah mereka mendukung program dari pemerintah untuk mengatasi masalah genangan-genangan ataupun banjir yang melanda di wilayah Kecipir,” tambahnya.
Dia menambahkan, apabila dalam waktu satu bulan para pedagang belum melakukan pembongkaran secara mandiri, maka pemerintah akan membantu proses penertiban bersama perangkat daerah terkait.
“Dikasih waktu sebulan untuk memundurkan bangunan. Satu bulan mereka bongkar sendiri. Tapi kalau memang tidak, ya akan kita bantu untuk membersihkannya melalui teman-teman perangkat daerah,” pungkasnya. (adr)
“Memang ada beberapa jalur yang drainasenya masih sangat kecil sekali sehingga tidak mampu menampung debit air apabila hujannya terlalu lebat. Makanya hari ini ada dari BPBD, ada dari Disperkimtan, dari Damkar juga turun untuk melihat dan langsung eksekusi di lapangan,” jelasnya.
Selain melakukan pembersihan saluran air, pemerintah juga menertibkan bangunan pedagang yang berdiri di atas drainase karena dinilai menghambat aliran air dan berpotensi memperparah genangan.
“Sementara untuk pedagang-pedagang yang ada di atas drainase, sudah kita sampaikan melalui RT dan kelurahan bahwa diberikan waktu satu bulan untuk membongkar sendiri dan dimundurkan,” lanjutnya.
Menurut Berlianto, sosialisasi terkait penataan bangunan di atas drainase sebenarnya telah dilakukan beberapa kali oleh pemerintah. Karena itu, mayoritas pedagang disebut mendukung langkah yang diambil untuk mengatasi persoalan genangan dan banjir di Jalan Kecipir.
“Alhamdulillah mereka mendukung program dari pemerintah untuk mengatasi masalah genangan-genangan ataupun banjir yang melanda di wilayah Kecipir,” tambahnya.
Dia menambahkan, apabila dalam waktu satu bulan para pedagang belum melakukan pembongkaran secara mandiri, maka pemerintah akan membantu proses penertiban bersama perangkat daerah terkait.
“Dikasih waktu sebulan untuk memundurkan bangunan. Satu bulan mereka bongkar sendiri. Tapi kalau memang tidak, ya akan kita bantu untuk membersihkannya melalui teman-teman perangkat daerah,” pungkasnya. (adr)