Karhutla Mengintai Saat Kemarau Panjang, DLH Minta Warga Lebih Peduli

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Kota Palangka Raya seiring prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya meminta masyarakat lebih peduli dan ikut aktif mencegah kebakaran lahan di lingkungan masing-masing.

Plt Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama hingga RT dan RW sangat dibutuhkan untuk mengedukasi warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Pencegahan karhutla tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Perlu dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh lingkungan untuk mengedukasi warga tentang bahaya membakar lahan,” kata Untung Sutrisno, Senin (18/5/2026).

Baca Juga :  ODGJ Meningkat di Palangka Raya, DPRD Dorong Solusi Jangka Panjang

Dia menilai masyarakat memiliki peran strategis dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini karena paling dekat dengan wilayah rawan karhutla.

“Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama sampai RT dan RW punya peran penting menyampaikan imbauan kepada warga terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.

Untung menambahkan, edukasi dan kesadaran menjaga lingkungan harus terus diperkuat melalui forum lingkungan maupun kegiatan komunitas, terutama menjelang puncak musim kemarau.

“Kita berharap masyarakat bisa saling mengingatkan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran lahan di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Electronic money exchangers listing

Dia juga mengingatkan prediksi kemarau panjang tahun ini harus menjadi perhatian bersama agar risiko karhutla di Kota Palangka Raya dapat ditekan sedini mungkin.

Baca Juga :  Sisir Jalan Seth Adji, BPPRD Palangkara Catat 190 Reklame Wajib Pajak

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan sekitar kita sendiri. Kalau semua bergerak bersama, risiko karhutla bisa ditekan,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Kota Palangka Raya seiring prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya meminta masyarakat lebih peduli dan ikut aktif mencegah kebakaran lahan di lingkungan masing-masing.

Plt Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama hingga RT dan RW sangat dibutuhkan untuk mengedukasi warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Pencegahan karhutla tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Perlu dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh lingkungan untuk mengedukasi warga tentang bahaya membakar lahan,” kata Untung Sutrisno, Senin (18/5/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  ODGJ Meningkat di Palangka Raya, DPRD Dorong Solusi Jangka Panjang

Dia menilai masyarakat memiliki peran strategis dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini karena paling dekat dengan wilayah rawan karhutla.

“Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama sampai RT dan RW punya peran penting menyampaikan imbauan kepada warga terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.

Untung menambahkan, edukasi dan kesadaran menjaga lingkungan harus terus diperkuat melalui forum lingkungan maupun kegiatan komunitas, terutama menjelang puncak musim kemarau.

“Kita berharap masyarakat bisa saling mengingatkan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran lahan di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan prediksi kemarau panjang tahun ini harus menjadi perhatian bersama agar risiko karhutla di Kota Palangka Raya dapat ditekan sedini mungkin.

Baca Juga :  Sisir Jalan Seth Adji, BPPRD Palangkara Catat 190 Reklame Wajib Pajak

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan sekitar kita sendiri. Kalau semua bergerak bersama, risiko karhutla bisa ditekan,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru