PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya kembali memperpanjang masa pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, SD, hingga SMP mulai 17 hingga 19 September 2026.
Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, menegaskan kebijakan perpanjangan belajar dari rumah ini diambil sebagai langkah antisipatif melindungi kesehatan peserta didik karena Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih berada pada kategori berbahaya akibat kabut asap karhutla.
“Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara pada 14, 15, dan 16 September 2026, kondisi ISPU di Kota Palangka Raya masih berada pada kategori berbahaya. Karena itu, kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh sebagai langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan peserta didik,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).
Dia menyampaikan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan sebelumnya yang telah ditetapkan melalui Surat Kepala Disdik Kota Palangka Raya Nomor 100.3.4.4/3952/Disdik.Umpeg/IX/2026 tertanggal 9 September 2026.
Dia menjelaskan, perpanjangan PJJ dilakukan untuk mengurangi risiko paparan udara tidak sehat yang dapat berdampak pada kesehatan anak-anak, khususnya di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di wilayah Kota Cantik.
“Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama kami. Kami tidak ingin anak-anak terpapar kualitas udara yang berisiko bagi kesehatan mereka,” katanya.
Meski proses belajar mengajar dilakukan secara daring, Disdik memastikan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung sesuai ketentuan yang telah ditetapkan masing-masing satuan pendidikan.
“Kami meminta sekolah dan para guru tetap memastikan proses pembelajaran berjalan efektif serta terus berkoordinasi dengan orang tua siswa selama pelaksanaan PJJ,” tambahnya.
Vico menegaskan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kualitas udara bersama instansi terkait untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Keputusan berikutnya akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Jika kualitas udara membaik dan dinyatakan aman, maka pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan. Namun apabila kondisi masih berbahaya, tentu akan ada evaluasi lebih lanjut,” tegasnya.
Dia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua siswa, agar membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada tingkat yang tidak sehat.


