Sambut Lebaran, Pemko Palangka Raya Gelar Operasi Pasar Ayam Bersubsidi di Tiga Lokasi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar operasi pasar daging ayam broiler bersubsidi guna menekan lonjakan harga yang menembus Rp45 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 hingga 20 Maret 2026.

“Pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga. Saat ini harga ayam di pasaran sekitar Rp45 ribu, sehingga kami subsidi selisihnya agar masyarakat tetap bisa membeli di harga Rp40 ribu per kilogram sesuai HET,” kata Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan operasi pasar tersebut, dilaksanakan di sejumlah pasar tradisional, yakni Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali, dengan melibatkan puluhan pedagang yang menjual ayam bersubsidi kepada masyarakat.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Palangka Raya Tinjau Lokasi Genangan Air, Prioritaskan Pembangunan Siring

“Besaran subsidi ini menyesuaikan dengan harga di lapangan. Jika harga naik, maka selisihnya yang akan kami tanggung agar harga jual tetap Rp40 ribu,” ujarnya.

Aktivitas jual beli di Pasar Besar hari ini tampak ramai. Terbukti, masyarakat memanfaatkan program subsidi untuk mendapatkan ayam dengan harga lebih terjangkau.

“Kami juga memasang penanda di lapak pedagang agar masyarakat tahu mana yang menjual ayam bersubsidi, sekaligus sebagai bentuk pengawasan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya berharap program ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga mendorong pedagang lain untuk menyesuaikan harga di pasaran.

Electronic money exchangers listing

“Kami berharap ini bisa memberi efek ke pedagang lain, sehingga harga bisa lebih terkendali dan masyarakat tidak terlalu terbebani menjelang Lebaran,” pungkasnya. (adr)

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Jual Sembako Murah, Begini Cara Dapatnya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar operasi pasar daging ayam broiler bersubsidi guna menekan lonjakan harga yang menembus Rp45 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 hingga 20 Maret 2026.

“Pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga. Saat ini harga ayam di pasaran sekitar Rp45 ribu, sehingga kami subsidi selisihnya agar masyarakat tetap bisa membeli di harga Rp40 ribu per kilogram sesuai HET,” kata Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan operasi pasar tersebut, dilaksanakan di sejumlah pasar tradisional, yakni Pasar Besar, Pasar Kahayan, dan Pasar Rajawali, dengan melibatkan puluhan pedagang yang menjual ayam bersubsidi kepada masyarakat.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pj Wali Kota Palangka Raya Tinjau Lokasi Genangan Air, Prioritaskan Pembangunan Siring

“Besaran subsidi ini menyesuaikan dengan harga di lapangan. Jika harga naik, maka selisihnya yang akan kami tanggung agar harga jual tetap Rp40 ribu,” ujarnya.

Aktivitas jual beli di Pasar Besar hari ini tampak ramai. Terbukti, masyarakat memanfaatkan program subsidi untuk mendapatkan ayam dengan harga lebih terjangkau.

“Kami juga memasang penanda di lapak pedagang agar masyarakat tahu mana yang menjual ayam bersubsidi, sekaligus sebagai bentuk pengawasan,” jelasnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya berharap program ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga mendorong pedagang lain untuk menyesuaikan harga di pasaran.

“Kami berharap ini bisa memberi efek ke pedagang lain, sehingga harga bisa lebih terkendali dan masyarakat tidak terlalu terbebani menjelang Lebaran,” pungkasnya. (adr)

Baca Juga :  Pemko Palangka Raya Jual Sembako Murah, Begini Cara Dapatnya

Terpopuler

Artikel Terbaru