PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Laju inflasi di Kota Palangka Raya masih dipengaruhi dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada periode sebelumnya. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya optimistis kondisi tersebut mulai terkendali pada bulan mendatang seiring terjaganya pasokan bahan pokok dan turunnya harga sejumlah komoditas pangan.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara daring yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, Senin (6/7/2026).
“Ya, jadi hari ini kami mengikuti rakor pengendalian inflasi yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri. Dari paparan yang disampaikan, beberapa daerah masih berupaya melakukan pengendalian inflasi,” kata Achmad Zaini.
Ia menjelaskan, berdasarkan data per 1 Juli 2026, inflasi year on year di Kota Palangka Raya masih relatif tinggi karena dipengaruhi kondisi pada tahun sebelumnya, termasuk dampak kenaikan BBM.
Meski begitu, Pemko Palangka Raya berharap laju inflasi mulai menurun pada bulan berikutnya. Menurutnya, ketersediaan komoditas pangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Kami berharap bulan depan sudah mulai bisa kita kendalikan turun. Yang terpenting adalah ketersediaan komoditas yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan harga bahan pokok, bawang merah tercatat mengalami kenaikan dari Rp43 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram atau naik sekitar Rp2 ribu.
“Untuk bawang merah memang masih ada kenaikan sedikit, dari 43 ribu menjadi 45 ribu,” jelasnya.
Di sisi lain, harga cabai merah maupun cabai hijau mengalami penurunan. Achmad Zaini menyebut kondisi tersebut dipengaruhi bertambahnya pasokan melalui kerja sama antardaerah dengan Kabupaten Karo.
“Untuk cabai kita turun. Ini salah satunya karena kerja sama dengan Kabupaten Karo yang sudah merealisasikan pengiriman komoditas,” jelasnya.
Selain cabai, komoditas yang didatangkan dari Kabupaten Karo meliputi kentang, kol, wortel, serta buah-buahan seperti jeruk yang turut membantu menjaga stabilitas pasokan di pasar.
“Ini terbukti hari ini kita cek, harga cabai rawit, merah, dan hijau turun,” tambahnya.
Ia menegaskan, Pemko Palangka Raya akan terus memantau perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. (adr)


