SUKAMARA, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati Sukamara Nur Effendi. Menghadiri Apel Siaga Kebakaran Hutan Lahan dan Kebun (karhutlabun) di PT Sungai Rangit, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sukamara.
Apel siaga tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat sinergisitas antara pemerintah daerah, perusahaan, TNI, Polri, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi ancaman saat musim kemarau.
“Pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh elemen,” tegas Nur Effendi saat menghadiri apel siaga tersebut.
Menurut dia, kesiapan personel, sarana pendukung, serta koordinasi yang baik menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Apel siaga ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh pihak siap menghadapi potensi karhutla. Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap kejadian kebakaran dapat dicegah sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat berjalan dengan aman,” ujarnya.
Nur Effendi juga menyampaikan apresiasi kepada PT Sungai Rangit yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung upaya pencegahan karhutla melalui penyelenggaraan apel siaga tersebut.
“Saya berharap sinergi yang telah terbangun antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga kelestarian lingkungan,” tandasnya. (iza/kpg)
SUKAMARA, PROKALTENG.CO – Wakil Bupati Sukamara Nur Effendi. Menghadiri Apel Siaga Kebakaran Hutan Lahan dan Kebun (karhutlabun) di PT Sungai Rangit, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sukamara.
Apel siaga tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat sinergisitas antara pemerintah daerah, perusahaan, TNI, Polri, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi ancaman saat musim kemarau.
“Pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh elemen,” tegas Nur Effendi saat menghadiri apel siaga tersebut.
Menurut dia, kesiapan personel, sarana pendukung, serta koordinasi yang baik menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Apel siaga ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh pihak siap menghadapi potensi karhutla. Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap kejadian kebakaran dapat dicegah sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat berjalan dengan aman,” ujarnya.
Nur Effendi juga menyampaikan apresiasi kepada PT Sungai Rangit yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung upaya pencegahan karhutla melalui penyelenggaraan apel siaga tersebut.
“Saya berharap sinergi yang telah terbangun antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjaga kelestarian lingkungan,” tandasnya. (iza/kpg)