Oleh: Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA
PERGANTIAN Menteri Keuangan bukan sekadar pergantian pejabat.
Ia adalah perubahan yang menyentuh jantung perekonomian: bagaimana negara mengumpulkan uang, membelanjakannya, membiayai pembangunan, mengelola utang, dan menjaga kepercayaan pasar.
Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil bukan wajah baru.
Ia telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan dan pernah menjadi Wakil Menteri Keuangan serta Kepala Badan Kebijakan Fiskal.
Pengalamannya menempatkan dia pada posisi strategis untuk menjawab persoalan fiskal yang kini semakin kompleks.
Pesan awal Suahasil cukup jelas: APBN harus kredibel dan defisit dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB.
Pesan ini penting karena kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal merupakan modal ekonomi yang tidak terlihat, tetapi sangat menentukan.
Investor membutuhkan kepastian, dunia usaha membutuhkan konsistensi, dan masyarakat membutuhkan keyakinan bahwa keuangan negara dikelola secara bertanggung jawab.
Namun, menjaga defisit bukanlah satu-satunya pekerjaan Menteri Keuangan.
Persoalan terbesar justru terletak pada bagaimana setiap rupiah APBN menghasilkan pertumbuhan dan kesejahteraan.
Oleh: Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA
PERGANTIAN Menteri Keuangan bukan sekadar pergantian pejabat.
Ia adalah perubahan yang menyentuh jantung perekonomian: bagaimana negara mengumpulkan uang, membelanjakannya, membiayai pembangunan, mengelola utang, dan menjaga kepercayaan pasar.
Pada 14 September 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil bukan wajah baru.
Ia telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan dan pernah menjadi Wakil Menteri Keuangan serta Kepala Badan Kebijakan Fiskal.
Pengalamannya menempatkan dia pada posisi strategis untuk menjawab persoalan fiskal yang kini semakin kompleks.
Pesan awal Suahasil cukup jelas: APBN harus kredibel dan defisit dijaga di bawah 3 persen terhadap PDB.
Pesan ini penting karena kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal merupakan modal ekonomi yang tidak terlihat, tetapi sangat menentukan.
Investor membutuhkan kepastian, dunia usaha membutuhkan konsistensi, dan masyarakat membutuhkan keyakinan bahwa keuangan negara dikelola secara bertanggung jawab.
Namun, menjaga defisit bukanlah satu-satunya pekerjaan Menteri Keuangan.
Persoalan terbesar justru terletak pada bagaimana setiap rupiah APBN menghasilkan pertumbuhan dan kesejahteraan.