alexametrics
23.2 C
Palangkaraya
Thursday, August 18, 2022

Pulpis Didorong Miliki Perusda Sektor Perikanan dan Pertanian

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pulang Pisau, Riduan Syahrani mendorong pembentukkan perusahaan daerah (Perusda) Kabupaten Pulang Pisau. Kehadiran Perusda tersebut diharapkan dapat membantu petambak ikan maupun petani.

“Dengan adanya Perusda diharapkan bisa memfasilitasi petambak ikan dan petani kepada investor untuk menjalin kerja sama. Karena produksi ikan tambak di Kabupaten Pulang Pisau sangat berlimpah. Seperti ikan bandeng, lele, patin dan ikan lainnya,” kata Riduan Syahrani, Kamis (9/9) siang.

Begitu juga dengan produksi pertanian seperti beras. Untuk itu menurut Riduan, harus ada badan usaha milik daerah. Sehingga badan usaha itu bisa menangani atau mengelola produksi perikanan dan pertanian di Kabupaten Pulang Pisau.

Baca Juga :  Edy Pratowo: Camat Harus Lakukan Pembinaan Perangkat Desa

“Sehinggaproduksi perikanan dan pertanian yang dikelola Perusda memiliki daya saing tinggi untuk dipasarkan. Jadi produksi pertanian dan perikanan tidak hanya dijual dalam bentuk segar. Namun juga bisa dijual dalam bentuk olahan dan memiliki label Kabupaten Pulang Pisau,” ujarnya.

Dia mengaku, selama ini hasil perikanan di Kabupaten Pulang Pisau dijual ke pengepul. “Kendalanya karena kita tidak memiliki pabrik es. Sehingga pengolahan tidak bisa dilakukan. Karena ikan cepat busuk, maka ikan hasil panen langsung ditampung pihak ketiga atau pengepul dari Banjarmasin,” beber dia.

Riduan mengaku,untuk pabrik es bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah. “Salah satu untuk menangani itu perlu dibentuk Perusda. Nanti bisa Perusda yang mengelola,” ucapnya.

Baca Juga :  Implementasi Core Values ASN Berakhlak Tuntut Kesadaran Pegawai

Ia tidak menampik, ikan dari Pulang Pisau yang dibawa ke Banjarmasin kembali masuk dan dijual di Kabupaten Pulang Pisau dengan harga yang lebih tinggi. “Karena pengepul dari Banjarmasin dan penjualan dari lokasi itu lebih mudah dan lebih dekat ke Banjarmasin,” ungkapnya.

Dia mengaku, pihaknya hanya memacu peningkatan produksi perikanan di Kabupaten Pulang Pisau. “Kami memproduksi hasil perikanan setinggi-tingginya. Untuk itu harus ada yang menangani pascapanen. Apakah pemasaran dalam bentuk segar atau olahan,” tandasnya.

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pulang Pisau, Riduan Syahrani mendorong pembentukkan perusahaan daerah (Perusda) Kabupaten Pulang Pisau. Kehadiran Perusda tersebut diharapkan dapat membantu petambak ikan maupun petani.

“Dengan adanya Perusda diharapkan bisa memfasilitasi petambak ikan dan petani kepada investor untuk menjalin kerja sama. Karena produksi ikan tambak di Kabupaten Pulang Pisau sangat berlimpah. Seperti ikan bandeng, lele, patin dan ikan lainnya,” kata Riduan Syahrani, Kamis (9/9) siang.

Begitu juga dengan produksi pertanian seperti beras. Untuk itu menurut Riduan, harus ada badan usaha milik daerah. Sehingga badan usaha itu bisa menangani atau mengelola produksi perikanan dan pertanian di Kabupaten Pulang Pisau.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Kadis Perkim tentang Program BSPS

“Sehinggaproduksi perikanan dan pertanian yang dikelola Perusda memiliki daya saing tinggi untuk dipasarkan. Jadi produksi pertanian dan perikanan tidak hanya dijual dalam bentuk segar. Namun juga bisa dijual dalam bentuk olahan dan memiliki label Kabupaten Pulang Pisau,” ujarnya.

Dia mengaku, selama ini hasil perikanan di Kabupaten Pulang Pisau dijual ke pengepul. “Kendalanya karena kita tidak memiliki pabrik es. Sehingga pengolahan tidak bisa dilakukan. Karena ikan cepat busuk, maka ikan hasil panen langsung ditampung pihak ketiga atau pengepul dari Banjarmasin,” beber dia.

Riduan mengaku,untuk pabrik es bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah. “Salah satu untuk menangani itu perlu dibentuk Perusda. Nanti bisa Perusda yang mengelola,” ucapnya.

Baca Juga :  Perkuat Penanganan Covid-19, Pemkab Pulpis Mulai Lakukan Razia Masker

Ia tidak menampik, ikan dari Pulang Pisau yang dibawa ke Banjarmasin kembali masuk dan dijual di Kabupaten Pulang Pisau dengan harga yang lebih tinggi. “Karena pengepul dari Banjarmasin dan penjualan dari lokasi itu lebih mudah dan lebih dekat ke Banjarmasin,” ungkapnya.

Dia mengaku, pihaknya hanya memacu peningkatan produksi perikanan di Kabupaten Pulang Pisau. “Kami memproduksi hasil perikanan setinggi-tingginya. Untuk itu harus ada yang menangani pascapanen. Apakah pemasaran dalam bentuk segar atau olahan,” tandasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/