alexametrics
23.2 C
Palangkaraya
Thursday, August 18, 2022

Nasib! Gagal Tanam Tak dapat Asurasi, Distan: Asuransi Untuk Gagal Pan

PULANG PISAU-Petani di Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu yang
mengalami gagal panen tampaknya benar-benar harus bersabar. Selain belum ada
respons dinas terkait, petani yang mengalami gagal tanam juga tak bisa
mendapatkan klaim asuransi
pertanian.

“Tidak dapat asuransi. Saya sudah
konfirmasi, katanya ini tidak bisa mendapat asurani. Yang bisa mendapat
asuransi hanya yang gagal panen akibat serangan hama. Seperti serangan tikus,
peggerek batang, wereng. Kalau karena faktor alam tidak bisa. Ini yang membuat
kami agak pusing,” kata Imam, salah satu petani di desa tersebut, Senin (9/3).

Dia berharap, pada masa tanam
April-September (Asep) mendatang kondisi lahan bisa mulai pulih, sehingga
pihaknya bisa melakukan penanaman padi kembali. “Mudah-mudahan pada masa tanam
Asep tidak ada kendala,” harap dia.

Baca Juga :  Alhamdulilah, Dua Pasien Positif Covid-19 Alumni Gowa di Pulpis Sembuh

Terkait asuransi bagi petani,
sebelumnya Kepala Dinas Pertanian (Distan) Pulang Pisau Slamet Untung Rianto
mengungkapkan, pihaknya juga memberikan jaminan asuransi kepada petani sejak
2017 lalu. “Kami mengikutkan petani untuk berasuransi,” ucapnya.

Untuk asuransi itu, lanjut dia,
petani cukup hanya membayar Rp36 ribu per musim tanam. “Manfaat yang diperoleh
petani, jika terjadi gagal panen maka petani akan mendapatkan ganti sebesar Rp6
juta,” kata Slamet.

Dia mengaku, asuransi bagi petani itu merupakan
upaya Distan dalam memberikan perlindungan kepada petani. “Jadi kalau terjadi
gagal panen, petani mendapat ganti. Saya rasa manfaat asuransi ini sangat luar
biasa,” tegas dia. (art/ram/nto)

PULANG PISAU-Petani di Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu yang
mengalami gagal panen tampaknya benar-benar harus bersabar. Selain belum ada
respons dinas terkait, petani yang mengalami gagal tanam juga tak bisa
mendapatkan klaim asuransi
pertanian.

“Tidak dapat asuransi. Saya sudah
konfirmasi, katanya ini tidak bisa mendapat asurani. Yang bisa mendapat
asuransi hanya yang gagal panen akibat serangan hama. Seperti serangan tikus,
peggerek batang, wereng. Kalau karena faktor alam tidak bisa. Ini yang membuat
kami agak pusing,” kata Imam, salah satu petani di desa tersebut, Senin (9/3).

Dia berharap, pada masa tanam
April-September (Asep) mendatang kondisi lahan bisa mulai pulih, sehingga
pihaknya bisa melakukan penanaman padi kembali. “Mudah-mudahan pada masa tanam
Asep tidak ada kendala,” harap dia.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Covid-19 Pasca-Idulfitri

Terkait asuransi bagi petani,
sebelumnya Kepala Dinas Pertanian (Distan) Pulang Pisau Slamet Untung Rianto
mengungkapkan, pihaknya juga memberikan jaminan asuransi kepada petani sejak
2017 lalu. “Kami mengikutkan petani untuk berasuransi,” ucapnya.

Untuk asuransi itu, lanjut dia,
petani cukup hanya membayar Rp36 ribu per musim tanam. “Manfaat yang diperoleh
petani, jika terjadi gagal panen maka petani akan mendapatkan ganti sebesar Rp6
juta,” kata Slamet.

Dia mengaku, asuransi bagi petani itu merupakan
upaya Distan dalam memberikan perlindungan kepada petani. “Jadi kalau terjadi
gagal panen, petani mendapat ganti. Saya rasa manfaat asuransi ini sangat luar
biasa,” tegas dia. (art/ram/nto)

Most Read

Artikel Terbaru

/