Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Barito Murung Raya, Orang Tua Diminta Tak Lengah

PURUK CAHU, PROKALTENG.CO – Duka mendalam menyelimuti warga Kelurahan Muara Laung, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya.

Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan tewas tenggelam saat tengah asyik bermain dan mandi di aliran Sungai Barito pada Selasa (17/8) sore.

Fenomena timbulnya gosong  di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito belakangan ini memang kerap dimanfaatkan warga lokal sebagai destinasi wisata dadakan.

Namun, keceriaan bermain air di tepi sungai tersebut berubah menjadi tragedi pilu yang merenggut nyawa anak di bawah umur.

Menurut informasi warga setempat, korban diduga terseret arus saat sedang berenang bersama teman-temannya.

Warga yang menyadari kejadian tersebut langsung melakukan pencarian cepat secara swadaya. Naas, saat berhasil ditemukan pada malam harinya, jasad korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Baca Juga :  Tenggelam di Sekitar Pelabuhan Jenamas, Ditemukan Meninggal Sekitar 12 Km dari TKP

Menanggapi insiden ini, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas nama Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Beliau menyayangkan peristiwa ini terjadi di tengah antusiasme warga menikmati spot wisata musiman tersebut.

Electronic money exchangers listing

“Kami atas nama pemerintah daerah turut berduka cita setinggi-tingginya kepada keluarga korban. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi kita semua bahwa arus Sungai Barito memiliki potensi bahaya yang sangat besar, terutama bagi anak-anak,” ujar Fitrianul Fahriman saat dikonfirmasi, Rabu (19/8).

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Fitrianul mengimbau seluruh Lurah dan Kepala Desa yang wilayahnya berada di sepanjang bibir Sungai Barito untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Baca Juga :  Sinergi Eksekutif dan Legislatif Setujui Raperda APBD Mura 2026

Ia meminta para aparat desa aktif memantau titik-titik kumpul warga serta mengimbau para orang tua agar tidak mengabaikan keselamatan buah hati mereka saat beraktivitas di area sungai.(pan)

 

PURUK CAHU, PROKALTENG.CO – Duka mendalam menyelimuti warga Kelurahan Muara Laung, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya.

Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun dilaporkan tewas tenggelam saat tengah asyik bermain dan mandi di aliran Sungai Barito pada Selasa (17/8) sore.

Fenomena timbulnya gosong  di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito belakangan ini memang kerap dimanfaatkan warga lokal sebagai destinasi wisata dadakan.

Electronic money exchangers listing

Namun, keceriaan bermain air di tepi sungai tersebut berubah menjadi tragedi pilu yang merenggut nyawa anak di bawah umur.

Menurut informasi warga setempat, korban diduga terseret arus saat sedang berenang bersama teman-temannya.

Warga yang menyadari kejadian tersebut langsung melakukan pencarian cepat secara swadaya. Naas, saat berhasil ditemukan pada malam harinya, jasad korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk proses pemakaman.

Baca Juga :  Tenggelam di Sekitar Pelabuhan Jenamas, Ditemukan Meninggal Sekitar 12 Km dari TKP

Menanggapi insiden ini, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas nama Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Beliau menyayangkan peristiwa ini terjadi di tengah antusiasme warga menikmati spot wisata musiman tersebut.

“Kami atas nama pemerintah daerah turut berduka cita setinggi-tingginya kepada keluarga korban. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi kita semua bahwa arus Sungai Barito memiliki potensi bahaya yang sangat besar, terutama bagi anak-anak,” ujar Fitrianul Fahriman saat dikonfirmasi, Rabu (19/8).

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Fitrianul mengimbau seluruh Lurah dan Kepala Desa yang wilayahnya berada di sepanjang bibir Sungai Barito untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Baca Juga :  Sinergi Eksekutif dan Legislatif Setujui Raperda APBD Mura 2026

Ia meminta para aparat desa aktif memantau titik-titik kumpul warga serta mengimbau para orang tua agar tidak mengabaikan keselamatan buah hati mereka saat beraktivitas di area sungai.(pan)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru