Lima Titik Karhutla Ditangani dalam Sehari, Dua Lokasi di Desa Kujan Masih Terbakar

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Tim gabungan dari BPBD, Satpoldam, TNI, Polri, serta masyarakat bergerak cepat menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamandau. Dalam satu hari pada Minggu (30/8), petugas menangani sedikitnya lima titik api yang tersebar di Kecamatan Bulik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (31/8).

“Pada hari Minggu kemarin, tim gabungan di lapangan bekerja keras menangani pemadaman di lima titik lokasi kebakaran, yakni di Desa Bunut, Gang Gaharu Simpang Fitri, serta tiga lokasi di Desa Kujan,” ujar Hendikel.

Hendikel menjelaskan, di Desa Bunut, lahan gambut dan semak belukar seluas kurang lebih 2 hektare berhasil ditangani. Namun, kondisi api hingga saat ini belum sepenuhnya padam akibat terkendala akses jalan dan sumber air yang jauh.

Baca Juga :  Empat Putri Asal Lamandau Kibarkan Panji Kalimantan Tengah di Kejurnas Panahan Junior

“Untuk wilayah Gang Gaharu Simpang Fitri seluas 0,5 hektare dan Desa Kujan di depan dermaga seluas 20×30 meter, kondisinya sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, untuk dua titik lainnya di Desa Kujan—termasuk area belakang Sutet dan Jalan Kompi—luasan lahan terdampak masing-masing sekitar 0,5 hektare dan statusnya masih terus dibasahi karena api belum padam total,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh armada tangki penyuplai air dari BPBD, Satpoldam, hingga Kodim 1017/LMD dikerahkan penuh ke lokasi kejadian. Sementara itu, penyebab kebakaran di kelima titik tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di lahan gambut yang sangat rentan memicu titik api besar dan sulit dipadamkan saat musim kemarau,” tegas Hendikel. (bib)

Baca Juga :  Sumber Mulya Fest Semarakkan Ulang Tahun Desa di Lamandau

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Tim gabungan dari BPBD, Satpoldam, TNI, Polri, serta masyarakat bergerak cepat menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamandau. Dalam satu hari pada Minggu (30/8), petugas menangani sedikitnya lima titik api yang tersebar di Kecamatan Bulik.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (31/8).

“Pada hari Minggu kemarin, tim gabungan di lapangan bekerja keras menangani pemadaman di lima titik lokasi kebakaran, yakni di Desa Bunut, Gang Gaharu Simpang Fitri, serta tiga lokasi di Desa Kujan,” ujar Hendikel.

Electronic money exchangers listing

Hendikel menjelaskan, di Desa Bunut, lahan gambut dan semak belukar seluas kurang lebih 2 hektare berhasil ditangani. Namun, kondisi api hingga saat ini belum sepenuhnya padam akibat terkendala akses jalan dan sumber air yang jauh.

Baca Juga :  Empat Putri Asal Lamandau Kibarkan Panji Kalimantan Tengah di Kejurnas Panahan Junior

“Untuk wilayah Gang Gaharu Simpang Fitri seluas 0,5 hektare dan Desa Kujan di depan dermaga seluas 20×30 meter, kondisinya sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, untuk dua titik lainnya di Desa Kujan—termasuk area belakang Sutet dan Jalan Kompi—luasan lahan terdampak masing-masing sekitar 0,5 hektare dan statusnya masih terus dibasahi karena api belum padam total,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh armada tangki penyuplai air dari BPBD, Satpoldam, hingga Kodim 1017/LMD dikerahkan penuh ke lokasi kejadian. Sementara itu, penyebab kebakaran di kelima titik tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di lahan gambut yang sangat rentan memicu titik api besar dan sulit dipadamkan saat musim kemarau,” tegas Hendikel. (bib)

Baca Juga :  Sumber Mulya Fest Semarakkan Ulang Tahun Desa di Lamandau

Terpopuler

Artikel Terbaru