Marukan memaparkan capaian program organisasi, seperti operasional KSP CU Pusaka Tomun Sejahtera hingga pembentukan Koperasi Jasa Angkutan Dayak Tomun.
“KSP CU telah beroperasi, namun kami mengimbau 120 komitmen pendiri untuk melunasi modal awal pasca-peringatan HUT ini. Untuk koperasi angkutan, kami juga mengimbau warga yang berminat agar segera mendaftar,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Marukan memberikan pesan mendalam mengenai perlindungan identitas suku dan kepemilikan tanah adat.
“Kehidupan masyarakat Dayak Tomun tidak bisa dilepaskan dari hutan, bukit, dan sungai. Ketika tanah air kita dijual, lantas anak cucu kita mau hidup dan makan dari mana? Jika terpaksa dilakukan karena tuntutan hidup, lakukanlah kerja sama yang saling menguntungkan (win-win) dengan investor,” pungkasnya. (bib)
Marukan memaparkan capaian program organisasi, seperti operasional KSP CU Pusaka Tomun Sejahtera hingga pembentukan Koperasi Jasa Angkutan Dayak Tomun.
“KSP CU telah beroperasi, namun kami mengimbau 120 komitmen pendiri untuk melunasi modal awal pasca-peringatan HUT ini. Untuk koperasi angkutan, kami juga mengimbau warga yang berminat agar segera mendaftar,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Marukan memberikan pesan mendalam mengenai perlindungan identitas suku dan kepemilikan tanah adat.
“Kehidupan masyarakat Dayak Tomun tidak bisa dilepaskan dari hutan, bukit, dan sungai. Ketika tanah air kita dijual, lantas anak cucu kita mau hidup dan makan dari mana? Jika terpaksa dilakukan karena tuntutan hidup, lakukanlah kerja sama yang saling menguntungkan (win-win) dengan investor,” pungkasnya. (bib)