NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Sekretaris Daerah Lamandau Irwansyah melakukan kunjungan kerja ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Lamandau. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas dengan Kapolres Lamandau yang baru, AKBP Eko Yusmiarto.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati bersama Kapolres dan jajaran Forkopimda membahas sejumlah persoalan strategis yang sedang berkembang di tengah masyarakat. Salah satu fokus utama pembahasan adalah masalah kelangkaan dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat mengkhawatirkan warga Kabupaten Lamandau.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menyelesaikan berbagai tantangan daerah. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi solid dengan aparat penegak hukum dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Sinergitas dan komunikasi seperti ini sangat penting. Kita bersama-sama melihat berbagai persoalan yang ada di masyarakat dan mencari langkah terbaik agar dapat segera ditangani,” ujar Rizky Senin (24/8/2026), kepada awak media di lokasi.
Persoalan BBM menjadi prioritas mendesak mengingat ketersediaan dan kestabilan pasokannya berdampak langsung pada roda perekonomian serta aktivitas harian masyarakat.
Melalui sinergi ini, Pemkab dan Polres Lamandau berkomitmen memastikan alur distribusi BBM berjalan sesuai aturan dan mengantisipasi potensi penyelewengan yang merugikan publik.
Sementara itu, Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto menyambut hangat kedatangan rombongan Pemkab Lamandau. Ia mengapresiasi langkah proaktif pemerintah daerah dan menyatakan kesiapan jajarannya dalam mendukung kondusivitas wilayah.
“Kami tentu menyambut baik sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Lamandau. Polres Lamandau siap berkoordinasi dan bekerja sama dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” tegas AKBP Eko Yusmiarto.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penataan hubungan kelembagaan yang lebih responsif dan produktif. Ke depan, komitmen bersama tersebut tidak hanya berhenti pada tataran diskusi, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata dan pengawasan ketat di lapangan demi kesejahteraan warga Lamandau. (bib)


