Dishub Kalteng mengambil langkah strategis melalui koordinasi lintas sektor untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran dan menjaga stabilitas layanan transportasi publik.
DPRD Palangka Raya menilai BBM subsidi rawan disalahgunakan akibat selisih harga dengan nonsubsidi, sehingga pengawasan distribusi perlu diperketat agar tepat sasaran.
Pemkab Barsel bersama Pertamina memperketat pengawasan distribusi BBM dengan membatasi pembelian di SPBU serta menyiapkan sidak untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Pengawasan distribusi BBM diperketat dengan pemanfaatan teknologi seperti GPS dan pemantauan langsung hingga SPBU. Langkah ini untuk memastikan pasokan tepat sasaran dan mencegah kelangkaan.
Kenaikan BBM dinilai berpotensi memicu gangguan distribusi hingga inflasi daerah. Gubernur Kalteng menekankan pentingnya pengawasan dan koordinasi agar pasokan tetap lancar dan harga terkendali.