Kasus ISPA di Lamandau Melonjak, Dinkes Catat 383 Pasien Berobat dalam Dua Pekan

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau mencatat lonjakan kunjungan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menembus 383 orang dalam kurun dua pekan pertama September 2026.

Kenaikan signifikan di tengah kepungan kabut asap tersebut didominasi keluhan batuk, pilek, pusing, hingga kelelahan fisik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Lamandau, dr. Pippy B. Mamud, mengonfirmasi lonjakan tersebut. Berdasarkan data pembaruan hingga 14 September 2026, tercatat sebanyak 383 kunjungan pasien ISPA pada kurun waktu 1–14 September 2026.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode 24–31 Agustus 2026 yang mencatat 202 kunjungan.

Adapun data untuk pekan berjalan saat ini masih dalam proses pembaruan.

Baca Juga :  Sepakat Melaksanakan Kampanye Damai Tanpa Saling Menjatuhkan

Meskipun peningkatan kasus terjadi di tengah kondisi kabut asap, pihak Dinkes Lamandau belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah lonjakan tersebut disebabkan langsung oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Memang ada peningkatan kasus, tapi apakah pasti karena efek karhutla tidak bisa kita simpulkan, karena kita juga tidak punya rekap kualitas udara di tanggal yang sama,” ujar Pippy, kepada Wartawan Selasa (22/9) di Nanga Bulik.

Electronic money exchangers listing

Pippy menerangkan bahwa ISPA dapat dipicu oleh berbagai faktor selain paparan asap, seperti infeksi virus maupun reaksi alergi.

“Penyebab ISPA juga kan macam-macam, bisa virus dan alergi,” tambahnya.

Mengenai kondisi pasien, gejala yang dominan dikeluhkan masyarakat yang berobat antara lain batuk, pilek, dan pusing.

Baca Juga :  BBM Sempat Tembus Rp20 Ribu, Bupati Lamandau Keluarkan Kebijakan Baru

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau mencatat lonjakan kunjungan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menembus 383 orang dalam kurun dua pekan pertama September 2026.

Kenaikan signifikan di tengah kepungan kabut asap tersebut didominasi keluhan batuk, pilek, pusing, hingga kelelahan fisik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Lamandau, dr. Pippy B. Mamud, mengonfirmasi lonjakan tersebut. Berdasarkan data pembaruan hingga 14 September 2026, tercatat sebanyak 383 kunjungan pasien ISPA pada kurun waktu 1–14 September 2026.

Electronic money exchangers listing

Jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode 24–31 Agustus 2026 yang mencatat 202 kunjungan.

Adapun data untuk pekan berjalan saat ini masih dalam proses pembaruan.

Baca Juga :  Sepakat Melaksanakan Kampanye Damai Tanpa Saling Menjatuhkan

Meskipun peningkatan kasus terjadi di tengah kondisi kabut asap, pihak Dinkes Lamandau belum dapat menyimpulkan secara pasti apakah lonjakan tersebut disebabkan langsung oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Memang ada peningkatan kasus, tapi apakah pasti karena efek karhutla tidak bisa kita simpulkan, karena kita juga tidak punya rekap kualitas udara di tanggal yang sama,” ujar Pippy, kepada Wartawan Selasa (22/9) di Nanga Bulik.

Pippy menerangkan bahwa ISPA dapat dipicu oleh berbagai faktor selain paparan asap, seperti infeksi virus maupun reaksi alergi.

“Penyebab ISPA juga kan macam-macam, bisa virus dan alergi,” tambahnya.

Mengenai kondisi pasien, gejala yang dominan dikeluhkan masyarakat yang berobat antara lain batuk, pilek, dan pusing.

Baca Juga :  BBM Sempat Tembus Rp20 Ribu, Bupati Lamandau Keluarkan Kebijakan Baru

Terpopuler

Artikel Terbaru