NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Satpoldam, PDAM hingga masyarakat setempat. Akhirnya berhasil mengendalikan amukan si jago merah yang membakar lahan dan semak belukar di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau. Aksi pemadaman berlangsung hingga Jumat (21/8/2026) pukul 02.30 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel. Mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini bermula dari laporan seorang karyawan PT KSO, Pak Santoso, pada Kamis (20/8/2026) siang. Tim Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung bergerak ke lokasi koordinat sekitar pukul 12.55 WIB.
“Penyebab kebakaran sampai saat ini masih belum diketahui. Kebakaran melanda vegetasi lahan dan semak belukar di atas tanah mineral dengan tipe kebakaran permukaan,” ujar Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, saat memberikan keterangan.
Bupati menambahkan, dari total area yang terdampak, tim di lapangan telah berhasil memadamkan area seluas puluhan hektar.
“Saat ini jumlah area yang berhasil dipadamkan mencapai 30 hektar. Pemadaman dilakukan menggunakan armada truk tangki dari BPBD dan Damkar, serta dibantu personel TNI dan Polres setempat,” terangnya.
Dalam operasi maraton tersebut, tim gabungan mengerahkan armada dan perlengkapan intensif, di antaranya:
* 5 Unit Truk Tangki BPBD, Polres Lamandau dan Kodim 1017/Lmd dan suplai air dari PDAM Lamandau
* 2 Unit Mobil Operasional BPBD dan 2 Unit Mobil Pick Up
* 4 Unit Mesin Apung, 35 roll selang (besar dan kecil), serta 8 buah nozzle
* Peralatan manual, 10 unit HT, hingga 1 unit drone untuk pemantauan udara
Meski demikian, petugas menghadapi kendala berat di lapangan. Tidak adanya akses jalan untuk kendaraan roda dua (R2), roda empat (R4), maupun roda enam (R6) menuju ke titik api membuat personel harus bekerja ekstra keras menyambung selang dan menembus medan.
Hingga Jumat dini hari saat tim gabungan balik kanan ke markas masing-masing, api telah berhasil dikendalikan dan dipadamkan di area utama, meski petugas masih terus memantau situasi untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. (bib)


