NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Kodim (Dandim) 1017/Lamandau, Letkol Arm. Ady Kurniawan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI dan Polri, serta para pelajar di wilayah Kabupaten Lamandau.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Tema ini menjadi penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1017/Lmd Letkol Arm. Ady Kurniawan membacakan amanat tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.
Dandim menyampaikan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” dan “jangkar moral” bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
Lebih lanjut, dalam amanat yang dibacakannya, Dandim menekankan pentingnya menjaga agar Pancasila tetap menjadi ideologi yang hidup (living ideology). Progress kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dinilai dapat menyesatkan, sehingga nilai-nilai luhur Pancasila jangan sampai hanya menjadi hiasan dinding atau teks mati di buku sejarah.
“Kepada para menteri dan kepala daerah, dititipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” ujar Dandim meneruskan pesan Kepala BPIP.
Di akhir amanat, seluruh elemen bangsa khususnya generasi muda sebagai penjaga masa depan diajak untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan, menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan, serta bersama-sama melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan.
“Untuk anak muda Wajid mempedomani karena saya liat sudah mulai banyak pengaruh-pengaruh dari luar, harapannya walaupun lintas zaman generasi terutama untuk Gen Z juga saat ini harus menghayati bagaimana sila-sila Pancasila yang saat ini kita amalkan bersama,” tandasnya.
Upacara bendera berjalan dengan lancar dan penuh semangat nasionalisme, memperkuat kembali tekad seluruh aparatur dan masyarakat di Kabupaten Lamandau untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. (bib)


