25.4 C
Jakarta
Saturday, April 13, 2024

Kasus Kebakaran di Kotim Tahun 2022 Menurun

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat, kasus kebakaran bangunan di tahun 2022 ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini salah satunya dikarenakan pihaknya secara rutin melakukan edukasi keliling dengan menggunakan mobil patroli.

“Kasus kebakaran bangunan tahun ini ada mengalami penurunan, untuk tahun ini kami mencatat ada 30 kasus bencana kebakaran menurun dari tahun 2021 lalu ada 47 kasus, kami menilai masyarakat Kabupaten Kotim sebagian besar sudah lebih meningkatkan kewaspadaannya terhadap terjadinya bencana kebakaran,” kata Kepala Disdamkarmat Kotim Hawianan, Senin (19/12).

Menurutnya dari jumlah tersebut penyebab terjadinya kebakaran lebih banyak karena korsleting listrik, Kebakaran akibat kelalaian manusia tahun ini hanya tiga kasus dan menurun jauh dari tahun 2021 lalu ada 20 kasus, pihaknya akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi akan terus gencar dilakukan dan nomor layanan juga sudah banyak tersebar.

Baca Juga :  Ada 19.362 KPM, Total Beras Sekitar 193,6 Ton

“Kedepannya kami juga akan melakukan kerja sama dengan PLN untuk memberi edukasi kepada masyarakat terkait pemasang jaringan listrik yang benar dan standar kabel yang digunakan, kami juga akan meminta PLN memeriksa instalasi rumah warga, khususnya yang sudah berumur, agar dapat diperbaharui, apalagi saat musim penghujan, jangan sampai ada atap bocor yang membahayakan instalasi listrik,” ucap Hawianan

Dirinya juga mengatakan untuk penyelamatan tahun ini meningkat dan banyak ditangani bidang keselamatan seperti menangani ular masuk rumah, sarang tawon, dan binatang-binatang membahayakan manusia yang sifatnya menganggu ketentraman warga. selain itu pihaknya juga melakukan pembersihan jalan akibat adanya tumpahan minyak yang membahayakan pengguna jalan dan ada juga kasus warga yang kesulitan membuka cincin.

Baca Juga :  Fasilitasi Warga Miskin yang Sakit

“Kasus penyelamatan yang sudah ditangani tahun 2022 ini hampir 400 kasus dan memang cukup banyak dibanding tahun sebelumnya, mungkin karena masyarakat sudah mengetahuinya, dan yang paling banyak di tangani memang ular masuk pekarangan atau rumah warga, dan kami akan berupaya terus meningkatkan sosialisasi, sehingga pelayanan bisa lebih maksimal lagi,” jelasnya. (bah/ans/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat, kasus kebakaran bangunan di tahun 2022 ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini salah satunya dikarenakan pihaknya secara rutin melakukan edukasi keliling dengan menggunakan mobil patroli.

“Kasus kebakaran bangunan tahun ini ada mengalami penurunan, untuk tahun ini kami mencatat ada 30 kasus bencana kebakaran menurun dari tahun 2021 lalu ada 47 kasus, kami menilai masyarakat Kabupaten Kotim sebagian besar sudah lebih meningkatkan kewaspadaannya terhadap terjadinya bencana kebakaran,” kata Kepala Disdamkarmat Kotim Hawianan, Senin (19/12).

Menurutnya dari jumlah tersebut penyebab terjadinya kebakaran lebih banyak karena korsleting listrik, Kebakaran akibat kelalaian manusia tahun ini hanya tiga kasus dan menurun jauh dari tahun 2021 lalu ada 20 kasus, pihaknya akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi akan terus gencar dilakukan dan nomor layanan juga sudah banyak tersebar.

Baca Juga :  Ada 19.362 KPM, Total Beras Sekitar 193,6 Ton

“Kedepannya kami juga akan melakukan kerja sama dengan PLN untuk memberi edukasi kepada masyarakat terkait pemasang jaringan listrik yang benar dan standar kabel yang digunakan, kami juga akan meminta PLN memeriksa instalasi rumah warga, khususnya yang sudah berumur, agar dapat diperbaharui, apalagi saat musim penghujan, jangan sampai ada atap bocor yang membahayakan instalasi listrik,” ucap Hawianan

Dirinya juga mengatakan untuk penyelamatan tahun ini meningkat dan banyak ditangani bidang keselamatan seperti menangani ular masuk rumah, sarang tawon, dan binatang-binatang membahayakan manusia yang sifatnya menganggu ketentraman warga. selain itu pihaknya juga melakukan pembersihan jalan akibat adanya tumpahan minyak yang membahayakan pengguna jalan dan ada juga kasus warga yang kesulitan membuka cincin.

Baca Juga :  Fasilitasi Warga Miskin yang Sakit

“Kasus penyelamatan yang sudah ditangani tahun 2022 ini hampir 400 kasus dan memang cukup banyak dibanding tahun sebelumnya, mungkin karena masyarakat sudah mengetahuinya, dan yang paling banyak di tangani memang ular masuk pekarangan atau rumah warga, dan kami akan berupaya terus meningkatkan sosialisasi, sehingga pelayanan bisa lebih maksimal lagi,” jelasnya. (bah/ans/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru