SAMPIT, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan Bandar Udara (Bandara) H Asan Sampit.
Salah satu langkah strategis yang diambil Adalah, menargetkan relokasi dan pembangunan gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) pada 2027 mendatang.
Bupati Kotim, H Halikinnor, memastikan pemerintah daerah siap mengambil alih tanggung jawab pembangunan fasilitas tersebut. Hal ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sekaligus keselamatan operasional bandara.
“Untuk pembangunan dan pemindahan gedung PKP-PK, termasuk area apron, akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Saya pastikan pada 2027 sudah kita bangun,” ujar Halikinnor, Rabu (17/6).
Menurut bupati, pemindahan gedung PKPPK menjadi syarat mutlak dalam mendukung pengembangan Bandara H Asan, terutama menyusul mulai beroperasinya pesawat komersial berbadan besar sekelas Airbus A320.
Relokasi ini, akan memberikan ruang manuver pesawat yang lebih luas sekaligus menaikkan standar keselamatan penerbangan. Rencana relokasi ini sejatinya telah digagas sejak beberapa tahun lalu.
Namun, pelaksanaannya sempat tertunda, karena pembangunan di kawasan bandara merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, ditambah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Melalui komunikasi intensif, Pemkab Kotim dan Kemenhub akhirnya menyepakati pembagian tugas. Pemerintah pusat akan fokus menangani proyek perpanjangan dan pelebaran landasan pacu (runway), sementara pemerintah daerah bertanggung jawab membangun gedung PKP-PK.
Selain infrastruktur gedung, Pemkab Kotim juga tengah membenahi berbagai fasilitas keselamatan lainnya. Penanganan hambatan di sekitar kawasan bandara serta pemasangan pagar pengaman berstandar tinggi di ujung landasan pacu terus dikebut.
Langkah ini, merupakan tindak lanjut atas rekomendasi teknis dari Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah Balikpapan. Halikinnor menilai, modernisasi Bandara H. Asan sangat mendesak mengingat Kotim merupakan daerah dengan populasi terbesar di Kalimantan Tengah, sekaligus magnet pertumbuhan ekonomi. Wilayah ini dikenal sebagai primadona investasi strategis, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit yang luasnya mencapai hampir satu juta hektare, disusul pesatnya sektor pertambangan dan perdagangan.
“Potensi ekonomi kita sangat besar. Penduduk terbanyak di Kalteng ada di sini, begitu juga investasi. Kami sangat menyambut baik hadirnya pesawat Airbus A320 di Sampit,” ungkapnya.
Ke depan, bandara ini diharapkan mampu melayani lebih banyak penerbangan maskapai komersial berbadan besar hingga jet pribadi.
“Harapannya, konektivitas udara semakin baik. Para investor akan lebih mudah dan nyaman datang langsung ke Kotim tanpa harus menempuh perjalanan darat yang panjang dari Palangka Raya,” pungkas Halikinnor. (bah/kpg)


