SAMPIT, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi peningkatan kasus diare seiring masuknya musim kemarau.
Sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi telah dipetakan sebagai fokus utama pelaksanaan edukasi dan upaya pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, mengatakan berdasarkan evaluasi pada tahun-tahun sebelumnya, kasus diare hampir selalu mengalami peningkatan ketika musim kemarau berlangsung. Kondisi tersebut dipicu berkurangnya ketersediaan air bersih dan menurunnya kualitas sumber air yang digunakan masyarakat.
“Kami telah mengidentifikasi wilayah-wilayah yang memiliki risiko lebih tinggi agar langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini,” ujar Umar, Jumat (17/7)
Pj Sekda ini juga menjelaskan, hasil pemetaan tersebut menjadi acuan bagi seluruh puskesmas, dalam menentukan lokasi prioritas penyuluhan kesehatan. Melalui langkah ini, masyarakat di daerah rawan diharapkan memiliki pemahaman lebih baik mengenai cara mencegah penyakit yang umumnya meningkat saat musim kemarau.
Untuk memperkuat upaya tersebut, seluruh puskesmas di Kotim diminta mengintensifkan kegiatan promosi kesehatan. Edukasi tidak hanya diberikan kepada pasien di fasilitas kesehatan, tetapi juga menyasar masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk pelayanan posyandu dan pertemuan warga.
“Petugas puskesmas secara rutin memberikan penyuluhan setiap minggu. Kegiatan posyandu juga kami manfaatkan sebagai media untuk mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan kesehatan selama musim kemarau,” katanya.
Dinkes mengimbau masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi air minum yang telah dimasak hingga matang, serta memastikan makanan yang dikonsumsi bersih dan higienis.
Selain itu, masyarakat diminta lebih teliti dalam memperhatikan kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, saat musim kemarau debit air yang menurun berpotensi memengaruhi kebersihan sumber air dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
“Kami mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta memastikan air maupun makanan yang dikonsumsi benar-benar aman. Langkah sederhana ini sangat efektif mencegah diare maupun penyakit lainnya selama musim kemarau,” tegas Umar.
Melalui penguatan edukasi, pemetaan wilayah rawan, serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan di lapangan, Dinkes Kotim berharap potensi lonjakan kasus diare selama musim kemarau dapat ditekan sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.(bah/kpg)


