Tim TRC BPBD Kobar Sigap Suplai Air Bersih untuk Atasi Kekeringan di Desa Natai Baru

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sigap merespons ancaman kekeringan.

Pada Kamis, (26/3), tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar melanjutkan penyaluran bantuan air bersih untuk warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, yang terdampak minimnya pasokan air.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan kekeringan yang diterima pada Rabu (25/3) dari masyarakat setempat.

Kekeringan di Desa Natai Baru telah berdampak pada puluhan Kepala Keluarga (KK) dan ratusan jiwa. Data sementara menunjukkan RT 01 dengan 32 KK (128 jiwa), RT 03 dengan 23 KK (78 jiwa), RT 04 dengan 15 KK (50 jiwa), RT 06 dengan 29 KK (117 jiwa), RT 07 dengan 28 KK (104 jiwa), RT 10 dengan 25 KK (115 jiwa), dan RT 11 dengan 25 KK (120 jiwa) mengalami kesulitan air bersih. Kebutuhan air bersih warga diperkirakan mencapai sekitar 16.000 liter per hari.

Baca Juga :  Malam Renungan Palagan Sambi, Pemkab Kobar Kobarkan Semangat Kepahlawanan

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Reneli. Langsung memberikan perintah untuk melaksanakan penanganan lanjutan dengan menyuplai air bersih kembali ke lokasi.

Tim TRC BPBD Kobar dengan sigap mempersiapkan peralatan dan meluncur ke Desa Natai Baru. Koordinasi erat dengan perangkat desa dan ketua RT setempat menjadi kunci dalam pelaksanaan penyaluran, di mana air diisi ke tandon dan kolam terpal yang telah disiapkan warga.

Dalam operasi yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB di tengah cuaca panas berawan, BPBD Kobar berhasil menyalurkan sebanyak 12.000 liter air bersih menggunakan tiga unit mobil tangki suplai.

Electronic money exchangers listing

Air tersebut didistribusikan ke lingkungan RT 06, RT 10 (termasuk untuk keperluan tempat ibadah musala), dan RT 11. Penyaluran air bersih ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang sumur atau sumber air mereka mengering.

Baca Juga :  Kobar Bukan Daerah yang Rawan Konflik Pemilu, Situasinya Terkendali dan Sangat Menyenangkan

Kondisi kekeringan di Desa Natai Baru disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah mengeringnya embung yang selama ini menjadi sumber air bersih warga serta kurangnya curah hujan di lokasi.

Meskipun beberapa RT seperti RT 04 dan RT 07 belum dapat disuplai karena tempat penampungan belum tersedia, sebagian warga di RT 01, RT 02, RT 03, RT 05, RT 06, RT 08, dan RT 09 dapat mengambil air bersih dari tower Pamsimas desa yang telah disuplai sebelumnya oleh BPBD Kobar. Penanganan lanjutan untuk RT lainnya akan dilaksanakan keesokan harinya.

Reneli mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing.

“Masyarakat juga diharapkan dapat segera melaporkan setiap informasi atau kejadian kebencanaan melalui kanal resmi komunikasi BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, baik melalui nomor kontak darurat maupun media sosial resmi BPBD yang tersedia,” ujarnya.(mmc/ind)

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sigap merespons ancaman kekeringan.

Pada Kamis, (26/3), tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar melanjutkan penyaluran bantuan air bersih untuk warga Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, yang terdampak minimnya pasokan air.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan kekeringan yang diterima pada Rabu (25/3) dari masyarakat setempat.

Electronic money exchangers listing

Kekeringan di Desa Natai Baru telah berdampak pada puluhan Kepala Keluarga (KK) dan ratusan jiwa. Data sementara menunjukkan RT 01 dengan 32 KK (128 jiwa), RT 03 dengan 23 KK (78 jiwa), RT 04 dengan 15 KK (50 jiwa), RT 06 dengan 29 KK (117 jiwa), RT 07 dengan 28 KK (104 jiwa), RT 10 dengan 25 KK (115 jiwa), dan RT 11 dengan 25 KK (120 jiwa) mengalami kesulitan air bersih. Kebutuhan air bersih warga diperkirakan mencapai sekitar 16.000 liter per hari.

Baca Juga :  Malam Renungan Palagan Sambi, Pemkab Kobar Kobarkan Semangat Kepahlawanan

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Reneli. Langsung memberikan perintah untuk melaksanakan penanganan lanjutan dengan menyuplai air bersih kembali ke lokasi.

Tim TRC BPBD Kobar dengan sigap mempersiapkan peralatan dan meluncur ke Desa Natai Baru. Koordinasi erat dengan perangkat desa dan ketua RT setempat menjadi kunci dalam pelaksanaan penyaluran, di mana air diisi ke tandon dan kolam terpal yang telah disiapkan warga.

Dalam operasi yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB di tengah cuaca panas berawan, BPBD Kobar berhasil menyalurkan sebanyak 12.000 liter air bersih menggunakan tiga unit mobil tangki suplai.

Air tersebut didistribusikan ke lingkungan RT 06, RT 10 (termasuk untuk keperluan tempat ibadah musala), dan RT 11. Penyaluran air bersih ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang sumur atau sumber air mereka mengering.

Baca Juga :  Kobar Bukan Daerah yang Rawan Konflik Pemilu, Situasinya Terkendali dan Sangat Menyenangkan

Kondisi kekeringan di Desa Natai Baru disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah mengeringnya embung yang selama ini menjadi sumber air bersih warga serta kurangnya curah hujan di lokasi.

Meskipun beberapa RT seperti RT 04 dan RT 07 belum dapat disuplai karena tempat penampungan belum tersedia, sebagian warga di RT 01, RT 02, RT 03, RT 05, RT 06, RT 08, dan RT 09 dapat mengambil air bersih dari tower Pamsimas desa yang telah disuplai sebelumnya oleh BPBD Kobar. Penanganan lanjutan untuk RT lainnya akan dilaksanakan keesokan harinya.

Reneli mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing.

“Masyarakat juga diharapkan dapat segera melaporkan setiap informasi atau kejadian kebencanaan melalui kanal resmi komunikasi BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, baik melalui nomor kontak darurat maupun media sosial resmi BPBD yang tersedia,” ujarnya.(mmc/ind)

Terpopuler

Artikel Terbaru