PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, berbagai kegiatan kemanusiaan marak digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Salah satunya gerakan santunan anak yatim yang diinisiasi sejumlah pondok pesantren dan elemen masyarakat, di Pondok Pesantren Darussalam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangkalan Banteng, belum lama ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar, Rodi Iskandar, menghadiri acara tersebut menyatakan, aksi nyata ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi anak-anak yatim.
Menurut Rodi, menyantuni anak yatim bukan sekadar anjuran agama, melainkan tanggung jawab sosial bersama. Pemkab Kobar memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat dan lembaga, seperti Ponpes Darussalam, yang konsisten menjalankan tradisi mulia ini sejak tahun 2005.
“Kami sangat mengapresiasi gerakan luar biasa ini, karena memberikan makna mendalam pada momen Muharam yang dikenal sebagai bulannya anak yatim. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Kobar juga akan menggelar gerakan serupa secara massal,” ujar Rodi Iskandar.
Rodi menambahkan, pemerintah daerah menjadwalkan gerakan santunan massal untuk 1.000 anak yatim se-Kabupaten Kotawaringin Barat, pada momen 10 Muharam mendatang.
Dia berharap, kegiatan di Ponpes Darussalam ini dapat menjadi stimulan bagi seluruh warga agar lebih peka terhadap kondisi di sekitarnya, terutama anakanak yang telah kehilangan orang tua. Lingkungan sekitar harus memastikan tidak ada anak yatim di Kobar yang sampai putus sekolah atau telantar. (son/kpg)

