31.9 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Operasi Pasar Segera Dilakukan untuk Memastikan Harga Bahan Pokok Terkendali

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga bahan pokok diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan. Untuk mengantisipasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berencana menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan mencegah keresahan di kalangan pedagang maupun pembeli.

“Kami akan segera mengadakan operasi pasar untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali. Memang biasanya ada kenaikan menjelang Nataru, namun kami akan melakukan pengawasan ketat,” kata Penjabat (Pj) Bupati Kobar, Budi Santosa, Selasa (10/12).

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai lonjakan harga bahan pokok yang signifikan. Jika pun ada kenaikan, masih dalam batas wajar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik, karena tim pengendalian harga akan segera turun ke lapangan untuk memantau dan mengawasi harga bahan pokok.

Baca Juga :  Pj Bupati Ingin RSSI Pangkalan Bun Melakukan Inovasi dan Terobosan Agar Pelayanan Maksimal

“Kalau ada kenaikan harga, harap segera diinformasikan. Pedagang juga diimbau agar tidak menaikkan harga secara sepihak yang bisa memberatkan masyarakat,” tambahnya.

Selain pengawasan terhadap harga bahan pokok, Budi Santosa juga menekankan perlunya evaluasi terhadap perilaku pedagang yang berpotensi menaikkan harga secara tidak wajar. Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan mengambil tindakan tegas demi melindungi kepentingan masyarakat.

Budi mengingatkan bahwa meskipun kenaikan harga bahan pokok sempat terjadi beberapa bulan terakhir, kondisinya masih terkendali dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan. Ia berharap pedagang dapat bertindak lebih bijaksana dan menjaga hubungan harmonis dengan pembeli.

“Kami ingin agar ada sinergi yang baik antara pedagang dan pembeli. Dengan begitu, suasana menjelang Nataru tetap kondusif dan masyarakat dapat merayakan dengan tenang,” tutupnya. (son/kpg)

Baca Juga :  13 Desa dari 3 Kecamatan Calon Lokus Stunting Tahun 2025

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga bahan pokok diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan. Untuk mengantisipasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berencana menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga dan mencegah keresahan di kalangan pedagang maupun pembeli.

“Kami akan segera mengadakan operasi pasar untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali. Memang biasanya ada kenaikan menjelang Nataru, namun kami akan melakukan pengawasan ketat,” kata Penjabat (Pj) Bupati Kobar, Budi Santosa, Selasa (10/12).

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai lonjakan harga bahan pokok yang signifikan. Jika pun ada kenaikan, masih dalam batas wajar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik, karena tim pengendalian harga akan segera turun ke lapangan untuk memantau dan mengawasi harga bahan pokok.

Baca Juga :  Pj Bupati Ingin RSSI Pangkalan Bun Melakukan Inovasi dan Terobosan Agar Pelayanan Maksimal

“Kalau ada kenaikan harga, harap segera diinformasikan. Pedagang juga diimbau agar tidak menaikkan harga secara sepihak yang bisa memberatkan masyarakat,” tambahnya.

Selain pengawasan terhadap harga bahan pokok, Budi Santosa juga menekankan perlunya evaluasi terhadap perilaku pedagang yang berpotensi menaikkan harga secara tidak wajar. Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya akan mengambil tindakan tegas demi melindungi kepentingan masyarakat.

Budi mengingatkan bahwa meskipun kenaikan harga bahan pokok sempat terjadi beberapa bulan terakhir, kondisinya masih terkendali dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perdagangan. Ia berharap pedagang dapat bertindak lebih bijaksana dan menjaga hubungan harmonis dengan pembeli.

“Kami ingin agar ada sinergi yang baik antara pedagang dan pembeli. Dengan begitu, suasana menjelang Nataru tetap kondusif dan masyarakat dapat merayakan dengan tenang,” tutupnya. (son/kpg)

Baca Juga :  13 Desa dari 3 Kecamatan Calon Lokus Stunting Tahun 2025

Terpopuler

Artikel Terbaru