Bupati Shalahuddin juga menekankan pentingnya komitmen dan kesabaran dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Ia mengingatkan bahwa pernikahan adalah ibadah panjang yang membutuhkan pengorbanan, saling memahami, dan terus memupuk rasa cinta di tengah dinamika kehidupan.
“Semoga ikatan suci yang telah terjalin menjadi awal kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta senantiasa diberikan keberkahan, kebahagiaan, dan keturunan yang saleh serta salehah,” tambahnya lagi.
Prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat itu pun dilanjutkan dengan acara resepsi yang sederhana namun penuh kebersamaan. Kehadiran Bupati Shalahuddin sebagai saksi sekaligus pemberi doa dan pesan moral menambah makna tersendiri bagi pasangan pengantin baru dan kedua keluarga besar, sekaligus mengukuhkan momen bahagia itu sebagai peristiwa istimewa di Bumi Iya Mulik Bengkang. (ren/nue/kpg)
Bupati Shalahuddin juga menekankan pentingnya komitmen dan kesabaran dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Ia mengingatkan bahwa pernikahan adalah ibadah panjang yang membutuhkan pengorbanan, saling memahami, dan terus memupuk rasa cinta di tengah dinamika kehidupan.
“Semoga ikatan suci yang telah terjalin menjadi awal kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta senantiasa diberikan keberkahan, kebahagiaan, dan keturunan yang saleh serta salehah,” tambahnya lagi.
Prosesi akad nikah yang berlangsung khidmat itu pun dilanjutkan dengan acara resepsi yang sederhana namun penuh kebersamaan. Kehadiran Bupati Shalahuddin sebagai saksi sekaligus pemberi doa dan pesan moral menambah makna tersendiri bagi pasangan pengantin baru dan kedua keluarga besar, sekaligus mengukuhkan momen bahagia itu sebagai peristiwa istimewa di Bumi Iya Mulik Bengkang. (ren/nue/kpg)