PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tim Forensik mulai mengerucutkan penyebab kebakaran Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) di Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Penyelidikan saat ini juga berfokus pada pengumpulan dan pemeriksaan alat bukti elektronik berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara.
Kepala Subbidang Fisika Komputer (Kasubbid Fiskom) Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel, Kompol Sudarno, membenarkan adanya pengamanan alat bukti tersebut.
Kendati demikian, tahapan penelaahan awal masih menjadi ranah penyidik setempat.
“CCTV sementara belum diserahkan ke kita. Tapi dari pihak internal penyelidik sudah ada menyita beberapa bagian,” terang Kompol Sudarno, Jumat (14/8/2026).
Pemeriksaan rekaman ini menjadi krusial untuk melacak potensi adanya pergerakan mencurigakan sebelum maupun saat api pertama kali berkobar.
Tim forensik secara terbuka mengusut segala kemungkinan, termasuk jika ada dugaan adanya unsur kesengajaan oleh pihak luar.
“Nanti kalau memang di situ setelah dibuka dari penyelidik di Polresta Palangka Raya, kalau memang ada kecenderungan seseorang atau Mr. X ada berseliweran kah di dalam CCTV tadi, kan patut diduga ya kan? Patut diduga orang itu pelakunya,” tegas Sudarno.
Meski menelusuri potensi sabotase, penyidikan tetap berlandaskan pada temuan fakta. Jika dalam rentang waktu kejadian tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan pihak luar, kepolisian tidak akan memaksakan narasi tersebut.
“Tapi kalau memang tidak ada manusia yang terekam di situ, berarti kan nihil,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Tim Bidlabfor Polda Kalsel memastikan kesiagaannya untuk memberikan dukungan analisis digital lanjutan apabila penyidik Satreskrim Polresta Palangka Raya menemukan temuan visual yang signifikan.
“Kalau memang ada (rekaman manusia), pastikan diujikan ke kita sebagai ahli forensik untuk mengetahui kelayakan daripada rekaman CCTV tadi,” jelas Sudarno.
Uji forensik digital ini bertujuan untuk memvalidasi otentikasi alat bukti di mata hukum agar tidak menjadi celah perdebatan di persidangan kelak. Laboratorium forensik akan membedah metadata video untuk mendeteksi manipulasi.
“Entah itu ada perubahan ataupun direkayasa, itu kami bisa menentukan untuk CCTV-nya,” pungkas perwira menengah itu. (her)


