MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara menghadapi tantangan serius dalam penyerapan anggaran belanja dan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Bupati H Shalahuddin ST MT dalam Rapat Paripurna DPRD, realisasi belanja daerah baru mencapai 70,84 persen dari target, sementara pertumbuhan ekonomi tercatat melambat signifikan.
Bupati mengungkapkan target belanja daerah tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp435,95 miliar, namun realisasinya hanya Rp308,85 miliar.
“Target belanja daerah sebesar Rp435.949.760.146,00 dengan realisasi belanja daerah sebesar Rp308.857.353.127,00 atau tercapai sebesar 70,84%,” jelas Bupati seperti tertuang pada pidato laporannya.
Rendahnya serapan ini terutama terjadi pada operasi belanja yang hanya terealisasi 60,39 persen dan belanja tak terduga yang nyaris tidak terserap (0,61 persen).
Sektor modal belanja justru mencatat kinerja lebih baik dengan serapan mencapai 94,33 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa proyek infrastruktur fisik cenderung lebih cepat dilaksanakan dibandingkan belanja rutin seperti barang, jasa, hibah, dan bansos.
Target belanja modal ditetapkan sebesar Rp1.531.000.000,00 dengan realisasi belanja modal sebesar Rp1.444.239.454,00 atau sebesar 94,33% dari yang ditargetkan. Namun, pencapaian ini belum mampu mengompensasi rendahnya serapan pada komponen lain.
Tantangan terbesar justru datang dari sektor pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan tajam. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Barito Utara tercatat hanya 3,12 persen, turun drastis dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,03 persen.
“Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 bernilai negatif dimana pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Utara sebesar 3,12 persen dari tahun 2024 sebesar 5,03 persen,” ungkapnya.
Meskipun pendapatan per kapita masih meningkat menjadi Rp52.731,8 dan rasio gini naik tipis menjadi 0,328, perlambatan perekonomian tetap menjadi pekerjaan rumah utama. Bupati mengakui bahwa rendahnya serapan belanja berkontribusi terhadap melambatnya roda ekonomi karena efek berganda (multiplier effect) dari belanja pemerintah tidak maksimal.
“Pemerintah daerah bersama dengan legislatif terus berupaya secara konkrit dan terukur dalam memenuhi kebutuhan nyata masyarakat sesuai dengan potensi yang ada,” tegas Bupati.
Pemerintah daerah berjanji akan mempercepat realisasi belanja serta mendorong investasi dan sektor riil untuk mengembalikan laju pertumbuhan ekonomi.
Perbaikan tata kelola keuangan dan penguatan koordinasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar anggaran yang tersedia dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Barito Utara. (ren/nue/kpg)


