MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Tahun 2026 di Gedung Balai Antang, Selasa (1/9). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran perangkat daerah untuk menyamakan visi dan langkah dalam mengakselerasi realisasi program-program strategis di wilayah setempat.
Rapat koordinasi yang dibuka langsung oleh Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT itu dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah secara lengkap. Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, para staf ahli bupati, asisten sekretaris daerah, serta seluruh kepala perangkat daerah turut hadir memenuhi ruang pertemuan.
Dalam sambutannya, Shalahuddin menekankan bahwa pengendalian pembangunan tidak cukup hanya diukur dari angka serapan anggaran semata. Lebih dari itu, kata dia, setiap alokasi dana yang telah ditetapkan harus mampu diubah menjadi program nyata yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Setiap rupiah anggaran yang telah dialokasikan harus segera diwujudkan menjadi program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita harus memastikan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan berjalan dalam satu irama dan satu tujuan,” tegasnya di hadapan para peserta rakor.
Bupati juga memperkenalkan program unggulan bertajuk GASPOLL 11 12 yang diharapkan mampu menjadi penggerak semangat baru dalam birokrasi pemerintahan. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk membangun budaya kerja yang lebih cepat, terukur, dan akuntabel di lingkungan Pemkab Barito Utara.
“GASPOLL harus kita maknai bukan sekadar sebagai sebuah program, tetapi sebagai gerakan bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan dan memastikan target-target pembangunan dapat tercapai,” ujarnya dengan tegas.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Barito Utara itu mengingatkan agar setiap kepala perangkat daerah tidak lagi bekerja secara parsial atau ego sektoral. Koordinasi yang intensif dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai hambatan yang muncul di lapangan.
“Jika terdapat persoalan dalam pelaksanaan kegiatan, segera komunikasikan. Jika terdapat kendala administrasi, segera selesaikan. Jika terdapat persoalan teknis, segera cari solusi. Dan jika terdapat kegiatan yang berpotensi terlambat, segera lakukan langkah percepatan,” katanya.
Meski mendorong percepatan, Bupati Shalahuddin tetap mengingatkan agar penyerapan anggaran tidak dilakukan dengan tergesa-gesa tanpa memperhatikan kualitas dan ketepatan sasaran. Menurutnya, percepatan yang dimaksud harus tetap berpedoman pada aturan yang berlaku, baik dari sisi waktu, mutu, maupun administrasi.
Di akhir arahannya, Bupati menyampaikan harapan besar agar GASPOLL 11 12 mampu menjadi titik balik dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.
“Masyarakat menunggu hasil kerja kita. Karena itu, mari kita kawal setiap program pembangunan agar berjalan sesuai rencana dan pastikan target-target pembangunan dapat tercapai,” pungkasnya. (ren)


