Karena itu, pelemahan rupiah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS seharusnya tidak hanya dipandang sebagai persoalan kurs.
Ini adalah momentum untuk melakukan pembenahan yang lebih mendasar. Indonesia tidak kekurangan sumber daya alam, pasar, maupun potensi ekonomi.
Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menjalankan reformasi yang menyentuh akar persoalan.
Jika pelemahan rupiah hanya dijawab dengan intervensi pasar, maka gejolak serupa akan terus berulang.
Namun jika momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat struktur industri, meningkatkan kualitas investasi, memperbaikiproduktivitas, dan menjaga kredibilitas institusi ekonomi, makatekanan terhadap rupiah justru dapat menjadi titik awal lahirnyaekonomi Indonesia yang lebih tangguh.
Pada akhirnya, mata uang yang kuat adalah buah dari ekonomiyang produktif, industri yang kompetitif, dan kepercayaan yang terjaga.
Karena itu, pelemahan rupiah hendaknya tidak hanyadipandang sebagai persoalan kurs, melainkan sebagaimomentum untuk mempercepat reformasi ekonomi.
Sebab hanya dengan fondasi ekonomi yang kokoh, Indonesia dapatmenghadapi gejolak global tanpa terus-menerus dibayangi kerentanan yang sama.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya
Karena itu, pelemahan rupiah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS seharusnya tidak hanya dipandang sebagai persoalan kurs.
Ini adalah momentum untuk melakukan pembenahan yang lebih mendasar. Indonesia tidak kekurangan sumber daya alam, pasar, maupun potensi ekonomi.
Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menjalankan reformasi yang menyentuh akar persoalan.
Jika pelemahan rupiah hanya dijawab dengan intervensi pasar, maka gejolak serupa akan terus berulang.
Namun jika momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat struktur industri, meningkatkan kualitas investasi, memperbaikiproduktivitas, dan menjaga kredibilitas institusi ekonomi, makatekanan terhadap rupiah justru dapat menjadi titik awal lahirnyaekonomi Indonesia yang lebih tangguh.
Pada akhirnya, mata uang yang kuat adalah buah dari ekonomiyang produktif, industri yang kompetitif, dan kepercayaan yang terjaga.
Karena itu, pelemahan rupiah hendaknya tidak hanyadipandang sebagai persoalan kurs, melainkan sebagaimomentum untuk mempercepat reformasi ekonomi.
Sebab hanya dengan fondasi ekonomi yang kokoh, Indonesia dapatmenghadapi gejolak global tanpa terus-menerus dibayangi kerentanan yang sama.
*) Penulis adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Palangka Raya