Hilirisasi yang selama ini dijalankan perlu diperluas menjadi pembangunan ekosistemindustri yang mampu menghasilkan produk berdaya saing global.
Di saat yang sama, reformasi investasi juga perlu diarahkan pada kualitas, bukan semata-mata kuantitas.
Investasi yang dibutuhkan Indonesia adalah investasi yang menciptakan lapangan kerja produktif, mendorong transfer teknologi, sertamemperkuat kapasitas industri nasional.
Oleh sebab itu, perbaikan iklim investasi harus dimulai daripenguatan kepastian hukum, birokrasi yang lebih efektif, serta kebijakan yang konsisten dan dapat diprediksi.
Bagi investor, keuntungan memang penting, tetapi kepercayaan dan kepastiansering kali menjadi faktor penentu dalam mengambil keputusaninvestasi jangka panjang.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah produktivitas.
Pada akhirnya, kekuatan mata uang ditentukan oleh kekuatanekonomi riil.
Negara-negara dengan mata uang kuat umumnyamemiliki tenaga kerja yang produktif, inovasi yang tinggi, serta industri yang kompetitif.
Indonesia masih menghadapi tantangandalam kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, efisiensi logistik, dan produktivitas tenaga kerja.
Selama persoalan tersebut belum teratasi, penguatan rupiah akan selalu bersifat sementara.
Hilirisasi yang selama ini dijalankan perlu diperluas menjadi pembangunan ekosistemindustri yang mampu menghasilkan produk berdaya saing global.
Di saat yang sama, reformasi investasi juga perlu diarahkan pada kualitas, bukan semata-mata kuantitas.
Investasi yang dibutuhkan Indonesia adalah investasi yang menciptakan lapangan kerja produktif, mendorong transfer teknologi, sertamemperkuat kapasitas industri nasional.
Oleh sebab itu, perbaikan iklim investasi harus dimulai daripenguatan kepastian hukum, birokrasi yang lebih efektif, serta kebijakan yang konsisten dan dapat diprediksi.
Bagi investor, keuntungan memang penting, tetapi kepercayaan dan kepastiansering kali menjadi faktor penentu dalam mengambil keputusaninvestasi jangka panjang.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah produktivitas.
Pada akhirnya, kekuatan mata uang ditentukan oleh kekuatanekonomi riil.
Negara-negara dengan mata uang kuat umumnyamemiliki tenaga kerja yang produktif, inovasi yang tinggi, serta industri yang kompetitif.
Indonesia masih menghadapi tantangandalam kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, efisiensi logistik, dan produktivitas tenaga kerja.
Selama persoalan tersebut belum teratasi, penguatan rupiah akan selalu bersifat sementara.