Cegah Pekerja Migran Nonprosedural, Menteri P2MI Mukhtarudin Tekankan Pelindungan Sejak Hulu

PROKALTENG.CO –  Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan pentingnya memperkuat edukasi dan literasi bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) guna mencegah pendaftaran serta keberangkatan secara nonprocedural.

Hal tersebut disampaikan Menteri Mukhtarudin saat menerima wawancara eksklusif Garuda TV di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (30/9).

Wawancara tersebut dihadiri Direktur Kelembagaan Garuda TV Elly Husin yang sekaligus bertindak sebagai pewawancara.

Menteri Mukhtarudin mengatakan persoalan mendesak dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah memastikan setiap calon pekerja migran berangkat melalui jalur resmi.

Mengingat, lanjut Menteri P2MI, masih ditemukannya penempatan nonprosedural, menunjukkan perlunya penguatan informasi kepada masyarakat mengenai mekanisme dan akses penempatan yang benar.

Baca Juga :  Dampingi Wapres Gibran, Menteri P2MI Dorong Pembaruan MoU Pekerja Migran Selesai Oktober

“Menurut saya, persoalan yang paling mendesak adalah memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia dapat bekerja ke luar negeri melalui jalur yang aman, legal, dan terlindungi,” tutur Mukhtarudin.

Ia menjelaskan keberangkatan secara nonprosedural dapat menimbulkan persoalan karena identitas dan status Pekerja Migran tidak tercatat dengan baik.

Electronic money exchangers listing

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menyulitkan negara dalam memberikan pelindungan ketika pekerja migran menghadapi persoalan di negara tujuan.

Karena itu, Menteri Mukhtarudin menekankan pelindungan Pekerja Migran tidak dapat hanya dilakukan setelah pekerja migran berada di luar negeri.

Upaya tersebut harus dimulai sejak dari hulu, salah satunya melalui edukasi dan penyebarluasan informasi yang mudah diakses masyarakat.

“Pelindungan harus diperkuat sejak dari hulu, melalui edukasi masyarakat, serta memastikan masyarakat memiliki akses pada informasi dan proses penempatan yang benar,” imbuh Menteri.

Baca Juga :  Depresi Sering Dibully, Mahasiswi Undip Nekat Bunuh Diri di Kamar Kos

PROKALTENG.CO –  Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan pentingnya memperkuat edukasi dan literasi bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) guna mencegah pendaftaran serta keberangkatan secara nonprocedural.

Hal tersebut disampaikan Menteri Mukhtarudin saat menerima wawancara eksklusif Garuda TV di ruang kerjanya, Jakarta, Rabu (30/9).

Wawancara tersebut dihadiri Direktur Kelembagaan Garuda TV Elly Husin yang sekaligus bertindak sebagai pewawancara.

Electronic money exchangers listing

Menteri Mukhtarudin mengatakan persoalan mendesak dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia adalah memastikan setiap calon pekerja migran berangkat melalui jalur resmi.

Mengingat, lanjut Menteri P2MI, masih ditemukannya penempatan nonprosedural, menunjukkan perlunya penguatan informasi kepada masyarakat mengenai mekanisme dan akses penempatan yang benar.

Baca Juga :  Dampingi Wapres Gibran, Menteri P2MI Dorong Pembaruan MoU Pekerja Migran Selesai Oktober

“Menurut saya, persoalan yang paling mendesak adalah memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia dapat bekerja ke luar negeri melalui jalur yang aman, legal, dan terlindungi,” tutur Mukhtarudin.

Ia menjelaskan keberangkatan secara nonprosedural dapat menimbulkan persoalan karena identitas dan status Pekerja Migran tidak tercatat dengan baik.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menyulitkan negara dalam memberikan pelindungan ketika pekerja migran menghadapi persoalan di negara tujuan.

Karena itu, Menteri Mukhtarudin menekankan pelindungan Pekerja Migran tidak dapat hanya dilakukan setelah pekerja migran berada di luar negeri.

Upaya tersebut harus dimulai sejak dari hulu, salah satunya melalui edukasi dan penyebarluasan informasi yang mudah diakses masyarakat.

“Pelindungan harus diperkuat sejak dari hulu, melalui edukasi masyarakat, serta memastikan masyarakat memiliki akses pada informasi dan proses penempatan yang benar,” imbuh Menteri.

Baca Juga :  Depresi Sering Dibully, Mahasiswi Undip Nekat Bunuh Diri di Kamar Kos

Terpopuler

Artikel Terbaru