JAKARTA, PROKALTENG.CO  — Mendampingi Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid bin Hamidi, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mendorong pembaruan nota kesepahaman (MoU) penempatan dan pelindungan pekerja migran rampung pada Oktober 2026.
Langkah ini difokuskan untuk memperkuat proteksi hukum serta memperluas peluang penempatan tenaga kerja terampil di sektor formal.
Mukhtarudin mengatakan pembahasan teknis (technical meeting) antara Indonesia dan Malaysia ditargetkan rampung pada September, sebelum dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi (high level meeting) pada Oktober sebagai tahapan menuju penandatanganan MoU kedua negara.
“Yang sekarang insya Allah akan selesai di September dan Oktober ini selesai perjanjian kedua negara. Bulan ini sudah selesai urusan technical meeting. Nanti high level meeting-nya pada bulan Oktober, sehingga bisa ditandatangani MoU-nya antara Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan Menteri Tenaga Kerja Malaysia,” kata Menteri Mukhtarudin, Kamis (17/9).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Menteri Mukhtarudin mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri Malaysia merangkap Menteri Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia, H.E. Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi, di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.
Dalam pertemuan itu, Menteri Mukhtarudin juga meminta dukungan Wakil Perdana Menteri Malaysia untuk mempercepat proses finalisasi pembaruan MoU, baik yang mengatur sektor informal maupun formal.
Menurut Menteri, pembaruan kerja sama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat penempatan Pekerja Migran pada sektor formal yang membutuhkan keterampilan menengah hingga tinggi (medium and high skilled workers).
“Yang kedua, terkait dengan sektor-sektor penambahan kuota untuk yang sektor formal. Karena dari sektor formal yang ada memang masih didominasi oleh informal. Jadi kita memperkuat juga sektor formal, khususnya yang di medium dan high skilled workers,” ujar Menteri P2MI.
Menteri Mukhtarudin mengatakan Wakil Perdana Menteri Malaysia menyambut baik rencana pembaruan MoU tersebut. Pemerintah Malaysia, akan melakukan koordinasi internal untuk membantu mempercepat proses finalisasi kesepakatan.
“Jadi tadi juga Wakil Perdana Menteri Malaysia menyambut baik tentang rencana kita untuk melakukan pembaharuan MoU dan akan berkoordinasi di internal Malaysia untuk percepatan prosesnya,” beber Mukhtarudin.


