Cegah Pekerja Migran Nonprosedural, Menteri P2MI Mukhtarudin Tekankan Pelindungan Sejak Hulu

Dalam konteks tersebut, Menteri Mukhtarudin menilai media televisi memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

Sosialisasi melalui media diharapkan membantu Calon Pekerja Migran mengenali prosedur penempatan, memahami hak dan kewajibannya, serta menghindari tawaran kerja yang berpotensi membawa mereka ke jalur nonprosedural.

Menurutnya, penguatan literasi migrasi perlu dilakukan secara konsisten agar masyarakat tidak mudah tergiur informasi penempatan yang tidak jelas.

Informasi mengenai negara tujuan, peluang kerja, persyaratan, serta mekanisme penempatan harus dapat diterima masyarakat dari sumber yang terpercaya.

Upaya tersebut sejalan dengan Gerakan Nasional Migran Aman yang mendorong pencegahan persoalan Pekerja Migran Indonesia sejak dari akar.

Gerakan ini menempatkan edukasi dan pemahaman masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun pelindungan Pekerja Migran dari sebelum keberangkatan hingga bekerja di negara tujuan.

Baca Juga :  Dampingi Wapres Gibran, Menteri P2MI Dorong Pembaruan MoU Pekerja Migran Selesai Oktober

“Inilah maksud dari Gerakan Nasional Migran Aman, yaitu untuk mencegah persoalan sejak akar dan memastikan Pekerja Migran Indonesia berangkat dengan aman serta terlindungi,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Electronic money exchangers listing

Melalui kolaborasi dengan media, Kementerian P2MI berharap pesan mengenai migrasi aman dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sehingga semakin banyak Calon Pekerja Migran memilih jalur prosedural dan memahami pentingnya memastikan proses keberangkatan mereka tercatat serta mendapatkan pelindungan negara. (tim)

 

Dalam konteks tersebut, Menteri Mukhtarudin menilai media televisi memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

Sosialisasi melalui media diharapkan membantu Calon Pekerja Migran mengenali prosedur penempatan, memahami hak dan kewajibannya, serta menghindari tawaran kerja yang berpotensi membawa mereka ke jalur nonprosedural.

Menurutnya, penguatan literasi migrasi perlu dilakukan secara konsisten agar masyarakat tidak mudah tergiur informasi penempatan yang tidak jelas.

Electronic money exchangers listing

Informasi mengenai negara tujuan, peluang kerja, persyaratan, serta mekanisme penempatan harus dapat diterima masyarakat dari sumber yang terpercaya.

Upaya tersebut sejalan dengan Gerakan Nasional Migran Aman yang mendorong pencegahan persoalan Pekerja Migran Indonesia sejak dari akar.

Gerakan ini menempatkan edukasi dan pemahaman masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun pelindungan Pekerja Migran dari sebelum keberangkatan hingga bekerja di negara tujuan.

Baca Juga :  Dampingi Wapres Gibran, Menteri P2MI Dorong Pembaruan MoU Pekerja Migran Selesai Oktober

“Inilah maksud dari Gerakan Nasional Migran Aman, yaitu untuk mencegah persoalan sejak akar dan memastikan Pekerja Migran Indonesia berangkat dengan aman serta terlindungi,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Melalui kolaborasi dengan media, Kementerian P2MI berharap pesan mengenai migrasi aman dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Sehingga semakin banyak Calon Pekerja Migran memilih jalur prosedural dan memahami pentingnya memastikan proses keberangkatan mereka tercatat serta mendapatkan pelindungan negara. (tim)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru