Dukung SMK Go Global, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla Lepas 37 CPMI ke Arab Saudi

PROKALTENG.CO – Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla secara resmi melepas 37 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) peserta Program Peningkatan Kapasitas dalam rangka mendukung program SMK Go Global di Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Para tenaga kerja terampil yang telah dibekali sertifikasi bahasa Inggris tersebut akan ditempatkan di Arab Saudi sebagai Mechanical Machinery Assemblers.

Mereka mendapatkan peningkatan kapasitas berupa sertifikasi bahasa Inggris yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bahasa Inggris.

Program tersebut dilaksanakan melalui P3MI PT Al Wihdah Jaya Sentosaa. Dari 37 CPMI peserta program, sebanyak 22 orang dijadwalkan mengikuti Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) di BP3MI DKI Jakarta pada 25 September 2026, sedangkan 15 orang lainnya telah mengikuti OPP di P4MI Bekasi.

Baca Juga :  Berkunjung ke Korsel dan Jepang, WNI Harus Waspada pada Virus NCov

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Dzulfikar berpesan kepada para Calon Pekerja Migran yang akan bekerja di luar negeri untuk tidak hanya berorientasi pada pekerjaan dan penghasilan.

Ia meminta mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibawa pulang ke Indonesia.

“Serap sebanyak-banyaknya teknologi, serap sebanyak-banyaknya ilmu yang ada di luar negeri,” ujar Wamen Dzulfikar saat melepas CPMI peserta program SMK Go Global di BP3MI DKI Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Wamen Dzulfikar bilang, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh pekerja migran Indonesia selama bekerja di luar negeri dapat menjadi modal bagi Indonesia menghadapi perubahan struktur demografi pada masa mendatang.

Dia mengatakan, dunia saat ini secara perlahan akan menghadapi kondisi aging population atau meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia dibandingkan penduduk usia muda. Wamen Dzulfikar mencontohkan kondisi yang saat ini dihadapi sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.

Baca Juga :  Terjerat Skandal Video Syur, Karier Ipda RN Terancam Hancur

“Ketika kita tiba pada situasi aging population, Anda-Anda ini sudah expert di bidangnya masing-masing,” katanya.

PROKALTENG.CO – Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla secara resmi melepas 37 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) peserta Program Peningkatan Kapasitas dalam rangka mendukung program SMK Go Global di Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) DKI Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Para tenaga kerja terampil yang telah dibekali sertifikasi bahasa Inggris tersebut akan ditempatkan di Arab Saudi sebagai Mechanical Machinery Assemblers.

Mereka mendapatkan peningkatan kapasitas berupa sertifikasi bahasa Inggris yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Bahasa Inggris.

Electronic money exchangers listing

Program tersebut dilaksanakan melalui P3MI PT Al Wihdah Jaya Sentosaa. Dari 37 CPMI peserta program, sebanyak 22 orang dijadwalkan mengikuti Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) di BP3MI DKI Jakarta pada 25 September 2026, sedangkan 15 orang lainnya telah mengikuti OPP di P4MI Bekasi.

Baca Juga :  Berkunjung ke Korsel dan Jepang, WNI Harus Waspada pada Virus NCov

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Dzulfikar berpesan kepada para Calon Pekerja Migran yang akan bekerja di luar negeri untuk tidak hanya berorientasi pada pekerjaan dan penghasilan.

Ia meminta mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dibawa pulang ke Indonesia.

“Serap sebanyak-banyaknya teknologi, serap sebanyak-banyaknya ilmu yang ada di luar negeri,” ujar Wamen Dzulfikar saat melepas CPMI peserta program SMK Go Global di BP3MI DKI Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Wamen Dzulfikar bilang, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh pekerja migran Indonesia selama bekerja di luar negeri dapat menjadi modal bagi Indonesia menghadapi perubahan struktur demografi pada masa mendatang.

Dia mengatakan, dunia saat ini secara perlahan akan menghadapi kondisi aging population atau meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia dibandingkan penduduk usia muda. Wamen Dzulfikar mencontohkan kondisi yang saat ini dihadapi sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.

Baca Juga :  Terjerat Skandal Video Syur, Karier Ipda RN Terancam Hancur

“Ketika kita tiba pada situasi aging population, Anda-Anda ini sudah expert di bidangnya masing-masing,” katanya.

Terpopuler

Artikel Terbaru