PROKALTENG.CO-Mengantisipasi potensi gangguan keamanan menjelang aksi demonstrasi besar-besaran pada tanggal 27 Agustus di Jakarta, Polresta Tangerang bergerak cepat memastikan kesiapan pengamanan. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, memimpin langsung pengecekan sarana prasarana (sarpras) kendaraan taktis (rantis) hingga alat komunikasi personel, Rabu, 26 Agustus 2026.
Langkah ini diambil guna menjamin kesiapan penuh personel dan armada bantuan yang sewaktu-waktu dikerahkan menyusul eskalasi situasi di ibu kota. Kendaraan operasional yang diperiksa ketat meliputi armada water cannon, sepeda motor patroli, hingga kendaraan taktis pengurai massa lainnya.
“Saya minta seluruh jajaran memastikan kesiapan personel, kendaraan operasional, dan khususnya sarana komunikasi berupa HT (handy talky),” tegas Kombes Pol Indra Waspada di Mapolresta Tangerang, Rabu.
Indra juga menginstruksikan seluruh Pejabat Utama (PJU) dan para Kapolsek jajaran untuk menyisir kembali jumlah, kondisi fisik, serta fungsi dari setiap perangkat pengamanan yang dimiliki masing-masing unit.
“Kegiatan ini untuk memastikan setiap perangkat dapat digunakan secara efektif dalam mendukung kegiatan operasional di lapangan,” jelasnya.
Selain rantis, fokus pemeriksaan tertuju pada kesiapan fisik personel, terutama fungsi Pengendalian Massa (Dalmas). Indra menekankan bahwa setiap anggota yang di-BKO (Bantuan Kendali Operasi) atau disiagakan wajib memahami betul mekanisme taktis komunikasi di lapangan.
“Jangan sampai ketika terjadi situasi yang membutuhkan koordinasi cepat, justru komunikasi kita mengalami kendala,” kata Indra mengingatkan.
Lebih lanjut, ia mewanti-wanti anggotanya agar tidak mengabaikan potensi kerawanan menjelang aksi 27 Agustus esok hari. Indra meminta jajaran untuk tetap siaga dan tidak terjebak dalam rasa aman yang keliru.
“Kegiatan pengecekan sarpras dan personel dilakukan untuk mengingatkan jajaran agar tidak merasa situasi aman, sebab hal tersebut dapat membuat lengah. Namun sebaliknya, dinamika situasi juga tidak boleh menjadikan personel reaktif,” tuturnya.
Di akhir arahannya, Kapolresta meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas sesuai SOP yang berlaku dalam membaca situasi di lapangan.
“Kita harus mampu membaca situasi, melakukan deteksi sejak dini, mengambil langkah yang tepat, dan selalu mengedepankan tindakan preventif,” pungkas Indra.(fin)


