Peluang Kerja ke Luar Negeri Terbuka, SMK Go Global Siapkan 500 Ribu Talenta Muda

Di sektor kesehatan, kompetensi yang disiapkan antara lain Caregiver, Caretaker, Elderly Caretaker, dan Nursing Home. Sementara sektor hospitality mencakup Spa Therapist, Housekeeping, Cleaner, Waiter, Barista, dan Cook.

Pada sektor manufaktur tersedia kompetensi Welder, Molding, dan Operation Production. Adapun bidang transportasi mencakup Driver, Bus Driver, dan Truck Driver.

Sektor lainnya meliputi Construction Worker pada bidang konstruksi; Plantation Worker Sawit, Peternakan, Aquaculture, Kehutanan, dan Farming pada sektor agrikultur; Fisherman dan ABK Niaga untuk sektor sea based; serta bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Korea.

Kompetensi Mengikuti Kebutuhan Negara Tujuan

Pemerintah juga telah memetakan kebutuhan berdasarkan sektor dan negara tujuan penempatan.

Sektor hospitality menjadi salah satu kontributor terbesar dengan target penempatan 14.140 orang ke sejumlah negara seperti Turki, Malaysia, Maladewa, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga kawasan Eropa Timur.

Baca Juga :  Menteri P2MI Siapkan Migrant Center di ULM, Cetak SDM Profesional Go Global

Sementara sektor kesehatan ditargetkan mencapai 12.780 orang, dengan negara tujuan antara lain Jepang, Belanda, Singapura, Taiwan, dan Jerman.

Electronic money exchangers listing

“Sektor lain turut berkontribusi, yakni manufaktur sebanyak 6.400 orang ke Korea Selatan, Qatar, dan Taiwan; agrikultur sebanyak 4.300 orang ke Malaysia, Taiwan, dan Jepang; pelatihan bahasa sebanyak 1.700 orang; konstruksi sebanyak 400 orang; sea based sebanyak 220 orang; serta transportasi sebanyak 60 orang,” beber Menteri Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menegaskan, pemetaan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja luar negeri agar peserta yang mengikuti pelatihan memiliki kompetensi yang relevan dengan permintaan tenaga kerja di negara tujuan.

“Melalui pendaftaran ini, kami ingin memastikan Calon Pekerja Migran memiliki bekal yang memadai sebelum memasuki pasar kerja luar negeri. Kompetensi yang kuat akan meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang bagi Pekerja Migran Indonesia untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik,” tuturnya.

Baca Juga :  50 Ribu WNI Terancam Dideportasi dari Malaysia, Menteri P2MI Minta KBRI Bergerak Cepat

Di sektor kesehatan, kompetensi yang disiapkan antara lain Caregiver, Caretaker, Elderly Caretaker, dan Nursing Home. Sementara sektor hospitality mencakup Spa Therapist, Housekeeping, Cleaner, Waiter, Barista, dan Cook.

Pada sektor manufaktur tersedia kompetensi Welder, Molding, dan Operation Production. Adapun bidang transportasi mencakup Driver, Bus Driver, dan Truck Driver.

Sektor lainnya meliputi Construction Worker pada bidang konstruksi; Plantation Worker Sawit, Peternakan, Aquaculture, Kehutanan, dan Farming pada sektor agrikultur; Fisherman dan ABK Niaga untuk sektor sea based; serta bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Korea.

Electronic money exchangers listing

Kompetensi Mengikuti Kebutuhan Negara Tujuan

Pemerintah juga telah memetakan kebutuhan berdasarkan sektor dan negara tujuan penempatan.

Sektor hospitality menjadi salah satu kontributor terbesar dengan target penempatan 14.140 orang ke sejumlah negara seperti Turki, Malaysia, Maladewa, Kuwait, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga kawasan Eropa Timur.

Baca Juga :  Menteri P2MI Siapkan Migrant Center di ULM, Cetak SDM Profesional Go Global

Sementara sektor kesehatan ditargetkan mencapai 12.780 orang, dengan negara tujuan antara lain Jepang, Belanda, Singapura, Taiwan, dan Jerman.

“Sektor lain turut berkontribusi, yakni manufaktur sebanyak 6.400 orang ke Korea Selatan, Qatar, dan Taiwan; agrikultur sebanyak 4.300 orang ke Malaysia, Taiwan, dan Jepang; pelatihan bahasa sebanyak 1.700 orang; konstruksi sebanyak 400 orang; sea based sebanyak 220 orang; serta transportasi sebanyak 60 orang,” beber Menteri Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menegaskan, pemetaan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan pasar kerja luar negeri agar peserta yang mengikuti pelatihan memiliki kompetensi yang relevan dengan permintaan tenaga kerja di negara tujuan.

“Melalui pendaftaran ini, kami ingin memastikan Calon Pekerja Migran memiliki bekal yang memadai sebelum memasuki pasar kerja luar negeri. Kompetensi yang kuat akan meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang bagi Pekerja Migran Indonesia untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik,” tuturnya.

Baca Juga :  50 Ribu WNI Terancam Dideportasi dari Malaysia, Menteri P2MI Minta KBRI Bergerak Cepat

Terpopuler

Artikel Terbaru