Menteri P2MI Luncurkan Asta Mandala SMK Go Global, Cetak Talenta Indonesia Berdaya Saing Global

JAKARTA, PROKALTENG.CO  – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, resmi meluncurkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai kerangka utama untuk mencetak talenta Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Peluncuran konsep tersebut disampaikan dalam konferensi pers Kementerian P2MI sebagai bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran sekaligus mendorong transformasi penempatan tenaga kerja Indonesia menuju sektor-sektor berkeahlian menengah dan tinggi.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa pembentukan Kementerian P2MI merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola pelindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Pembentukan Kementerian P2MI merupakan bentuk keseriusan dan kepedulian Bapak Presiden dalam memperkuat ekosistem pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia, mulai dari sebelum penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga purnapenempatan. Karena itu kami melakukan transformasi kelembagaan, transformasi sistem, transformasi budaya kerja, serta menyusun grand design Kementerian P2MI 2025–2045 sebagai arah pembangunan pelindungan pekerja migran ke depan,” ujar Menteri Mukhtarudin, di Kantor KP2MI, Rabu (5/8).

Baca Juga :  Mukharudin Ajak Wujudkan Pemilu Serentak 2024 yang Damai dan Bermartabat

Ia menjelaskan, pemerintah juga melakukan transformasi paradigma penempatan pekerja migran dengan mengedepankan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Sesuai arahan Presiden, pemerintah menargetkan penempatan 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) selama periode 2026–2029 melalui program percepatan (quick wins), dengan rincian 40.000 CPMI pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Program tersebut diwujudkan melalui SMK Go Global, yang mempersiapkan lulusan SMK dan masyarakat umum agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri internasional.

Electronic money exchangers listing

“Kami melakukan rebranding bahwa Pekerja Migran Indonesia bukan lagi dipandang sebagai tenaga kerja berkeahlian rendah. Arahan Presiden sangat jelas, yaitu meningkatkan kualitas pelindungan sekaligus mendorong transformasi penempatan menuju tenaga kerja medium dan high skill,” tutur Menteri Mukhtarudin.

Baca Juga :  Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk di-OTT KPK Dinihari

Untuk memastikan program berjalan efektif, pemerintah membentuk Satuan Tugas SMK Go Global yang melibatkan 12 kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, serta sektor swasta.

Seluruh pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan riil pasar kerja internasional atau demand driven, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan permintaan industri.

JAKARTA, PROKALTENG.CO  – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, resmi meluncurkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai kerangka utama untuk mencetak talenta Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional.

Peluncuran konsep tersebut disampaikan dalam konferensi pers Kementerian P2MI sebagai bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekosistem pelindungan pekerja migran sekaligus mendorong transformasi penempatan tenaga kerja Indonesia menuju sektor-sektor berkeahlian menengah dan tinggi.

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa pembentukan Kementerian P2MI merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola pelindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Electronic money exchangers listing

“Pembentukan Kementerian P2MI merupakan bentuk keseriusan dan kepedulian Bapak Presiden dalam memperkuat ekosistem pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia, mulai dari sebelum penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga purnapenempatan. Karena itu kami melakukan transformasi kelembagaan, transformasi sistem, transformasi budaya kerja, serta menyusun grand design Kementerian P2MI 2025–2045 sebagai arah pembangunan pelindungan pekerja migran ke depan,” ujar Menteri Mukhtarudin, di Kantor KP2MI, Rabu (5/8).

Baca Juga :  Mukharudin Ajak Wujudkan Pemilu Serentak 2024 yang Damai dan Bermartabat

Ia menjelaskan, pemerintah juga melakukan transformasi paradigma penempatan pekerja migran dengan mengedepankan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Sesuai arahan Presiden, pemerintah menargetkan penempatan 500.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) selama periode 2026–2029 melalui program percepatan (quick wins), dengan rincian 40.000 CPMI pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Program tersebut diwujudkan melalui SMK Go Global, yang mempersiapkan lulusan SMK dan masyarakat umum agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri internasional.

“Kami melakukan rebranding bahwa Pekerja Migran Indonesia bukan lagi dipandang sebagai tenaga kerja berkeahlian rendah. Arahan Presiden sangat jelas, yaitu meningkatkan kualitas pelindungan sekaligus mendorong transformasi penempatan menuju tenaga kerja medium dan high skill,” tutur Menteri Mukhtarudin.

Baca Juga :  Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk di-OTT KPK Dinihari

Untuk memastikan program berjalan efektif, pemerintah membentuk Satuan Tugas SMK Go Global yang melibatkan 12 kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, serta sektor swasta.

Seluruh pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan riil pasar kerja internasional atau demand driven, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan permintaan industri.

Terpopuler

Artikel Terbaru