Kemudian, Kasubdit di Direktorat Izin Tinggal, Bagus Bramantyo (BGS); Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat 2024-2025 dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat 2025-2026 Ronald Arman Abdullah (RAA); Ketua Tim Alih Status ITAS, Juniadi Sri Priambudi (JSP); dan Staf Subdit Izin Tinggal, Gusti Benardiansyah (GST), terjerat dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi.
Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 e dan 12 B UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi terkait dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah pimpinan KPK melakukan gelar perkara, pada Rabu (3/6) malam.
Profil Silmy Karim
Silmy Karim dikenal memiliki perjalanan karier yang panjang di sektor birokrasi, industri pertahanan, hingga perusahaan milik negara. Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 19 November 1974 itu menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti.
Selain pendidikan formal, Silmy juga mengikuti berbagai program pendidikan eksekutif internasional, di antaranya di Harvard University, NATO School di Jerman, Naval Postgraduate School di Amerika Serikat, serta George C. Marshall European Centre for Security Studies.
Namanya mulai menjadi sorotan publik ketika dipercaya menjabat Direktur Utama PT Pindad pada periode 2014–2016. Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel pada 2018 hingga 2023.
Kemudian, Kasubdit di Direktorat Izin Tinggal, Bagus Bramantyo (BGS); Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat 2024-2025 dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat 2025-2026 Ronald Arman Abdullah (RAA); Ketua Tim Alih Status ITAS, Juniadi Sri Priambudi (JSP); dan Staf Subdit Izin Tinggal, Gusti Benardiansyah (GST), terjerat dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi.
Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 e dan 12 B UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi terkait dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah pimpinan KPK melakukan gelar perkara, pada Rabu (3/6) malam.
Profil Silmy Karim
Silmy Karim dikenal memiliki perjalanan karier yang panjang di sektor birokrasi, industri pertahanan, hingga perusahaan milik negara. Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 19 November 1974 itu menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti.
Selain pendidikan formal, Silmy juga mengikuti berbagai program pendidikan eksekutif internasional, di antaranya di Harvard University, NATO School di Jerman, Naval Postgraduate School di Amerika Serikat, serta George C. Marshall European Centre for Security Studies.
Namanya mulai menjadi sorotan publik ketika dipercaya menjabat Direktur Utama PT Pindad pada periode 2014–2016. Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel pada 2018 hingga 2023.