PROKALTENG.CO-Perjalanan mengikuti Festival Anggrek Internasional di kawasan Genting Highland, Malaysia, memberikan pengalaman tersendiri bagi budayawan Surabaya Rokim Dakas. Selain mendampingi rombongan peserta Indonesia yang mengikuti ajang pameran anggrek tersebut, Rokim juga banyak berbincang dengan sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang telah lama mencari nafkah di negeri jiran.
Dari berbagai percakapan itu, muncul satu benang merah yang sama. Banyak PMI mengaku lebih mudah memperoleh penghasilan layak di Malaysia dibandingkan di Indonesia.
“Saya bertemu beberapa pekerja migran dari berbagai daerah di Indonesia. Hampir semuanya mengatakan hal yang sama, bahwa mencari pekerjaan dan mendapatkan penghasilan di Malaysia jauh lebih mudah dibandingkan di tanah air,” ujar Rokim Dakas, Kamis (4/6).
Salah satu yang ditemuinya adalah Sriyati, petugas kebersihan di Resort World Awana, hotel tempat rombongan Indonesia menginap selama kegiatan festival berlangsung.
Perempuan yang telah enam tahun bekerja di Malaysia itu mengaku menerima penghasilan sekitar Rp 10 juta per bulan. Setelah kebutuhan hidup sehari-hari terpenuhi, ia masih mampu menyisihkan tabungan hingga Rp 8 juta setiap bulan.
“Kalau di Indonesia, saya merasa sulit mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan sebesar itu. Di sini masih bisa menabung cukup banyak,” kata Sriyati kepada Rokim.
PROKALTENG.CO-Perjalanan mengikuti Festival Anggrek Internasional di kawasan Genting Highland, Malaysia, memberikan pengalaman tersendiri bagi budayawan Surabaya Rokim Dakas. Selain mendampingi rombongan peserta Indonesia yang mengikuti ajang pameran anggrek tersebut, Rokim juga banyak berbincang dengan sejumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang telah lama mencari nafkah di negeri jiran.
Dari berbagai percakapan itu, muncul satu benang merah yang sama. Banyak PMI mengaku lebih mudah memperoleh penghasilan layak di Malaysia dibandingkan di Indonesia.
“Saya bertemu beberapa pekerja migran dari berbagai daerah di Indonesia. Hampir semuanya mengatakan hal yang sama, bahwa mencari pekerjaan dan mendapatkan penghasilan di Malaysia jauh lebih mudah dibandingkan di tanah air,” ujar Rokim Dakas, Kamis (4/6).
Salah satu yang ditemuinya adalah Sriyati, petugas kebersihan di Resort World Awana, hotel tempat rombongan Indonesia menginap selama kegiatan festival berlangsung.
Perempuan yang telah enam tahun bekerja di Malaysia itu mengaku menerima penghasilan sekitar Rp 10 juta per bulan. Setelah kebutuhan hidup sehari-hari terpenuhi, ia masih mampu menyisihkan tabungan hingga Rp 8 juta setiap bulan.
“Kalau di Indonesia, saya merasa sulit mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan sebesar itu. Di sini masih bisa menabung cukup banyak,” kata Sriyati kepada Rokim.