Gaji Minimum PMI di Malaysia Setara Rp 10 Juta, Betul-betul Bikin Ogah Balik ke Indonesia

Menurut Rokim, kondisi tersebut membuat banyak PMI memilih bertahan di Malaysia meski kerinduan terhadap kampung halaman tetap ada.

Cerita serupa datang dari Mara, perempuan asal Kediri yang suaminya berasal dari Surabaya. Sudah sekitar 12 tahun ia bekerja di Malaysia sebagai penjaga toko di kawasan pusat hiburan Genting Highland.

Meski suatu saat ingin kembali ke Indonesia, untuk saat ini ia belum memiliki rencana pulang. Penghasilan yang diterima di Malaysia dinilai jauh lebih menjanjikan dibandingkan peluang kerja yang bisa diperoleh di kampung halamannya.

“Saya melihat banyak pekerja migran yang berpikir realistis. Mereka bekerja di tempat yang memberi kesempatan memperoleh penghasilan lebih baik untuk keluarga,” ujar Rokim.

Di sebuah halte bus kawasan pusat perbelanjaan Genting Highland, Rokim juga bertemu Aren, perempuan asal Jawa Barat yang telah satu dekade menetap di Malaysia. Awalnya ia datang sebagai tenaga kerja Indonesia. Sambil bekerja, Aren melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan jenjang sarjana dan magister.

Baca Juga :  Gacor! Tim Tenis Putri Indonesia Back to Back Raih Emas SEA Games 2025

Kini ia bekerja sebagai eksekutif di sebuah perusahaan swasta dan mengaku tidak memiliki rencana kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Bagi mereka, Malaysia menawarkan lapangan kerja yang lebih terbuka. Upah minimum pekerja yang jika dikonversi ke rupiah bisa mendekati Rp 10 juta per bulan dianggap jauh lebih menarik dibandingkan banyak pekerjaan di Indonesia,” kata Rokim.

Menurut Rokim, kondisi tersebut membuat banyak PMI memilih bertahan di Malaysia meski kerinduan terhadap kampung halaman tetap ada.

Cerita serupa datang dari Mara, perempuan asal Kediri yang suaminya berasal dari Surabaya. Sudah sekitar 12 tahun ia bekerja di Malaysia sebagai penjaga toko di kawasan pusat hiburan Genting Highland.

Meski suatu saat ingin kembali ke Indonesia, untuk saat ini ia belum memiliki rencana pulang. Penghasilan yang diterima di Malaysia dinilai jauh lebih menjanjikan dibandingkan peluang kerja yang bisa diperoleh di kampung halamannya.

Electronic money exchangers listing

“Saya melihat banyak pekerja migran yang berpikir realistis. Mereka bekerja di tempat yang memberi kesempatan memperoleh penghasilan lebih baik untuk keluarga,” ujar Rokim.

Di sebuah halte bus kawasan pusat perbelanjaan Genting Highland, Rokim juga bertemu Aren, perempuan asal Jawa Barat yang telah satu dekade menetap di Malaysia. Awalnya ia datang sebagai tenaga kerja Indonesia. Sambil bekerja, Aren melanjutkan pendidikan hingga menyelesaikan jenjang sarjana dan magister.

Baca Juga :  Gacor! Tim Tenis Putri Indonesia Back to Back Raih Emas SEA Games 2025

Kini ia bekerja sebagai eksekutif di sebuah perusahaan swasta dan mengaku tidak memiliki rencana kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

“Bagi mereka, Malaysia menawarkan lapangan kerja yang lebih terbuka. Upah minimum pekerja yang jika dikonversi ke rupiah bisa mendekati Rp 10 juta per bulan dianggap jauh lebih menarik dibandingkan banyak pekerjaan di Indonesia,” kata Rokim.

Terpopuler

Artikel Terbaru