PROKALTENG.CO-Puluhan negara, termasuk Indonesia, meninggalkan ruang Sidang Umum PBB ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menyampaikan pidato pada Kamis, 24 September 2026.
Aksi walkout itu menjadi salah satu sorotan utama dalam sidang setelah sejumlah delegasi memprotes pidato Netanyahu yang membela operasi militer Israel dan menolak tuduhan genosida di Gaza.
The Media Line melaporkan lebih dari 100 delegasi dari 50 negara keluar dari ruang sidang ketika Netanyahu mulai berbicara. Dalam materi yang sama, aksi tersebut disebut melibatkan negara-negara Arab dan sejumlah negara Eropa.
Sementara itu, laporan lain dalam materi menyebut sedikitnya 77 negara melakukan walkout. Delegasi Arab Saudi, Suriah, Yordania, Afrika Selatan, Uganda dan Kenya termasuk yang meninggalkan ruangan.
Sejumlah negara Amerika Latin seperti Brasil, Chile dan Kolombia juga disebut ikut keluar. Dari Eropa, Spanyol, Irlandia dan Slovenia termasuk dalam delegasi yang melakukan aksi serupa.
Indonesia Ikut Meninggalkan Ruang Sidang
Indonesia pun menjadi salah satu negara yang ikut dalam aksi walkout tersebut. Bahkan videonya sempat viral di media sosial.
Keputusan itu menempatkan Indonesia dalam barisan delegasi yang meninggalkan ruang sidang sebelum Netanyahu menyampaikan pembelaannya terhadap kebijakan Israel.
Aksi tersebut berlangsung ketika perhatian dunia tertuju pada perang di Gaza dan meningkatnya kritik terhadap operasi militer Israel. Delegasi yang keluar tidak menunggu hingga pidato Netanyahu selesai, tetapi meninggalkan ruangan saat sang perdana menteri mulai berbicara.
Suasana di ruang sidang juga tidak sepenuhnya tenang. Selain aksi walkout, sejumlah delegasi yang masih berada di dalam ruangan terdengar mencemooh dan bersorak ketika Netanyahu berbicara.
Tim Netanyahu sendiri berdiri dan memberikan tepuk tangan, sementara pimpinan sidang beberapa kali meminta ketertiban.
Netanyahu kemudian merespons para delegasi yang keluar dengan pernyataan tajam.
“Jika ada pengecut moral lain yang belum meninggalkan aula ini, silakan lakukan sekarang,” Netanyahu said.
Netanyahu Tetap Membela Operasi Militer Israel
Meski banyak kursi delegasi kosong, Netanyahu melanjutkan pidatonya dengan membela kampanye militer Israel di Gaza, Iran dan wilayah lain yang disebutnya berkaitan dengan keamanan Israel.
Ia kembali menolak tuduhan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza. Netanyahu bahkan menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan terbesar abad ini.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan Israel justru mencegah terjadinya genosida.
“Israel tidak melakukan genosida. Israel mencegah genosida,” kata Netanyahu.
Sementara itu, LeMonde mencatat bahwa Netanyahu menyampaikan pembelaan tersebut di tengah kritik keras sejumlah pemimpin dunia terhadap kebijakan pemerintahannya. Ia juga menggambarkan operasi militer Israel sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan negara tersebut.
Walkout tersebut tidak hanya dilakukan negara-negara Arab atau negara yang selama ini dikenal kritis terhadap Israel. Sejumlah negara Afrika, Amerika Latin dan Eropa juga disebut ikut meninggalkan ruang sidang.
Di antara negara Eropa yang melakukan walkout adalah Spanyol, Irlandia dan Slovenia. Sementara dari Amerika Latin, Brasil, Chile dan Kolombia termasuk dalam daftar negara yang delegasinya meninggalkan ruangan.
Situasi itu memperlihatkan bahwa pidato Netanyahu berlangsung di tengah perbedaan sikap yang tajam di antara negara-negara anggota PBB mengenai perang Gaza dan kebijakan Israel.
Namun, Netanyahu tetap menggunakan kesempatan tersebut untuk menyerang negara-negara yang mengkritik pemerintahannya.
Inggris dan Prancis menjadi dua negara Barat yang mendapat serangan verbal Netanyahu. Ia merespons kritik kedua negara terhadap kebijakan permukiman Israel di Tepi Barat dengan mengungkit sejarah kolonial mereka.
“Mereka menuduh Israel, Israel kecil, kolonialisme, beberapa kolonialisme. Dan siapa yang menuduh kita? Di antara mereka adalah orang-orang di Inggris dan di Prancis. Demi Tuhan, mereka menciptakan istilah itu,” katanya.
Netanyahu juga membahas kekerasan yang dilakukan sebagian pemuda Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Ia berusaha menggambarkan pelaku sebagai kelompok kecil.
Iran dan Erdogan Juga Diserang Netanyahu
Iran menjadi salah satu fokus utama pidato Netanyahu. Ia menyebut Iran sebagai ‘murderous dictatorship’ dan mengatakan serangan Israel serta Amerika Serikat selama hampir tujuh bulan telah menghentikan kemampuan Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir.
Netanyahu juga menyerang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menuduh Turki mendukung Hamas, kelompok yang didukung Iran, dan menyebut Erdogan sebagai “tyrant”.
Selain itu, Netanyahu menyasar Wali Kota New York Zohran Mamdani. Ia menuduh Mamdani antisemit dan mengklaim banyak warga Yahudi di New York merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih sebagai wali kota.
Pernyataan itu muncul setelah Mamdani sebelumnya membahas kemungkinan penegakan surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu, meski kemudian mengakui dirinya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan tersebut.(jpg)


