29.8 C
Jakarta
Tuesday, February 27, 2024

Korban Tewas Serangan Israel ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza Bertambah

PROKALTENG.CO-Setelah RS Al ShifaIsrael kini ganti menyerang RS Indonesia. Kemarin (20/11) tank-tank Israel mengepung fasilitas medis yang berada di Bait Lahia, Gaza utara, tersebut.

Beberapa jam sebelumnya, roket milik Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ditembakkan ke arah rumah sakit. Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Mereka yang meninggal adalah pasien dan petugas medis. “Situasinya sangat buruk di RS Indonesia. Ratusan orang masih terjebak di sana,” ujar Jubir Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qudra, seperti dikutip Al Jazeera. Tank-tank Israel hanya berjarak 20 meter dari rumah sakit.

Manajer Umum Kementerian Kesehatan di Gaza Munner al-Bursh mengatakan, serangan artileri Israel dimulai pada tengah malam dan menarget bagian bedah. Pasukan Israel kemudian menargetkan orang-orang yang meninggalkan RS dengan menembak mereka di dekat rumah sakit. Mayat mereka masih tergeletak di tanah dan belum ada yang bisa menguburkan mereka.

Seperti fasilitas medis lainnya, RS Indonesia juga dipakai para pengungsi untuk mencari perlindungan. Staf RS Indonesia bersikeras akan tinggal untuk merawat orang-orang yang terluka. Ada sekitar 700 orang, termasuk staf medis dan orang yang terluka, di dalam rumah sakit. Selain itu, ada 5 ribu pengungsi sebelum serangan terjadi dan terdapat 10 ribu orang di pusat penampungan di sekitar rumah sakit. ”Kami memakai generator listrik kecil yang menggunakan minyak nabati, diproduksi oleh beberapa individu kreatif yang mengorbankan sebagian pasokan makanan mereka untuk menjalankan generator,” ujar al-Bursh terkait kondisi di RS Indonesia sebelum serangan Israel.

Petugas medis di RS Indonesia Marwan Abdallah mengatakan, tank Israel terlihat dari jendela. ’’Anda dapat melihat mereka bergerak dan menembak. Wanita dan anak-anak ketakutan. Terdengar suara ledakan dan tembakan terus-menerus,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Waspada! Covid-19 Varian Delta Plus Sudah Sampai Singapura

Di Jakarta, perkembangan situasi di RS Indonesia di Gaza disampaikan pimpinan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kemarin (20/11) sore. Site Manager RS Indonesia di Gaza Nur Ikhwan Abadi menjelaskan, pasukan Israel menyerang dari sisi utara bangunan rumah sakit. ”Mereka menyasar lantai 3. Ada 12 orang yang meninggal,” tuturnya.

Kemudian, di lantai 4 kondisinya sudah bolong karena kena gempuran tank. Serangan di lantai 4 itu sangat memprihatinkan karena berdekatan dengan ruang layanan emergency.

Ikhwan mengatakan, tenaga medis di rumah sakit sangat kesulitan untuk melakukan evakuasi. ”Setiap ada gerakan, tentara Israel melakukan serangan,” ungkapnya. Saat ini sebagian besar penghuni RS Indonesia di Gaza berada di lantai dasar. Ada sekitar 700 orang yang sedang menjalani perawatan.

Selain itu, ada sekitar 5.000 orang yang mencari perlindungan dengan berada di dalam RS Indonesia di Gaza. Ikhwan mengatakan, ribuan orang tersebut mayoritas wanita dan anak-anak. Dengan begitu, menurut dia, tidak ada alasan bagi tentara Israel melakukan serangan ke RS Indonesia di Gaza.

Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad menuturkan, banyak warga yang bermukim untuk mencari perlindungan di RS Indonesia di Gaza. Dia menegaskan bahwa tidak benar RS tersebut menjadi tempat persembunyian tentara Hamas. ”Seharusnya RS jadi tempat aman dan damai,” katanya. Sesuai dengan perjanjian internasional, RS tidak boleh jadi sasaran peperangan.

Sarbini menambahkan, serangan tersebut tentu memprihatinkan bagi rakyat Indonesia. Pasalnya, Indonesia menjadi donator abadi RS tersebut. Untuk itu, dia menyampaikan aspirasi supaya Presiden Joko Widodo kembali menggalang dukungan internasional agar Israel bersedia melakukan gencatan senjata. Termasuk kembali menghubungi Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Sementara itu, melalui pernyataan resminya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya serangan Israel ke RS Indonesia di Gaza yang menewaskan sejumlah warga sipil. ”Serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional,” tegasnya.

Baca Juga :  MUI Sebut Tidak Pernah Merilis Daftar Produk yang Terafiliasi dengan Israel

Dia mendorong semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, menggunakan segala pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak Israel menghentikan kekejamannya. Saat ini Menlu Retno tengah berada di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), bersama dengan Menlu Arab Saudi, Menlu Jordania, Menlu Mesir, Menlu Palestina, dan Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menggalang dukungan. Terutama pada negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB atau P5.

Terkait kondisi tiga WNI yang menjadi relawan di RS Indonesia di Gaza, Retno mengatakan bahwa pihaknya masih hilang kontak dengan mereka. Dia telah menghubungi Badan Bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) di Gaza. Namun, jawaban yang diterima masih tidak sesuai harapan.

Selain UNRWA, Retno sudah berusaha menghubungi WHO dan Palang Merah Internasional.

Kemarin, di Pangkalan TNI-AU Halim Perdanakusuma, 21 ton bantuan dari Indonesia diterbangkan menuju Palestina. ”Bantuan ini bersumber dari anggaran pemerintah sebesar Rp 31,9 miliar dan juga berasal dari perusahaan, dari masyarakat. Antara lain dari PT Paragon Technology and Innovation, kemudian dari Indonesian Humanitarian Alliance, Kitabisa, Baznas, WeCare, dan lain-lainnya,” kata Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa pengumpulan bantuan kemanusiaan di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) masih dibuka.

Rencananya, TNI-AL mengirim kapal rumah sakit untuk membantu korban perang di Gaza, Palestina. Niatan itu sudah disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan mendapat izin dari Presiden Jokowi. Saat ini TNI-AL tengah menunggu izin keluar. (syn/lyn/mia/wan/sha/c7/c18/fal)

PROKALTENG.CO-Setelah RS Al ShifaIsrael kini ganti menyerang RS Indonesia. Kemarin (20/11) tank-tank Israel mengepung fasilitas medis yang berada di Bait Lahia, Gaza utara, tersebut.

Beberapa jam sebelumnya, roket milik Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ditembakkan ke arah rumah sakit. Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Mereka yang meninggal adalah pasien dan petugas medis. “Situasinya sangat buruk di RS Indonesia. Ratusan orang masih terjebak di sana,” ujar Jubir Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qudra, seperti dikutip Al Jazeera. Tank-tank Israel hanya berjarak 20 meter dari rumah sakit.

Manajer Umum Kementerian Kesehatan di Gaza Munner al-Bursh mengatakan, serangan artileri Israel dimulai pada tengah malam dan menarget bagian bedah. Pasukan Israel kemudian menargetkan orang-orang yang meninggalkan RS dengan menembak mereka di dekat rumah sakit. Mayat mereka masih tergeletak di tanah dan belum ada yang bisa menguburkan mereka.

Seperti fasilitas medis lainnya, RS Indonesia juga dipakai para pengungsi untuk mencari perlindungan. Staf RS Indonesia bersikeras akan tinggal untuk merawat orang-orang yang terluka. Ada sekitar 700 orang, termasuk staf medis dan orang yang terluka, di dalam rumah sakit. Selain itu, ada 5 ribu pengungsi sebelum serangan terjadi dan terdapat 10 ribu orang di pusat penampungan di sekitar rumah sakit. ”Kami memakai generator listrik kecil yang menggunakan minyak nabati, diproduksi oleh beberapa individu kreatif yang mengorbankan sebagian pasokan makanan mereka untuk menjalankan generator,” ujar al-Bursh terkait kondisi di RS Indonesia sebelum serangan Israel.

Petugas medis di RS Indonesia Marwan Abdallah mengatakan, tank Israel terlihat dari jendela. ’’Anda dapat melihat mereka bergerak dan menembak. Wanita dan anak-anak ketakutan. Terdengar suara ledakan dan tembakan terus-menerus,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Waspada! Covid-19 Varian Delta Plus Sudah Sampai Singapura

Di Jakarta, perkembangan situasi di RS Indonesia di Gaza disampaikan pimpinan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kemarin (20/11) sore. Site Manager RS Indonesia di Gaza Nur Ikhwan Abadi menjelaskan, pasukan Israel menyerang dari sisi utara bangunan rumah sakit. ”Mereka menyasar lantai 3. Ada 12 orang yang meninggal,” tuturnya.

Kemudian, di lantai 4 kondisinya sudah bolong karena kena gempuran tank. Serangan di lantai 4 itu sangat memprihatinkan karena berdekatan dengan ruang layanan emergency.

Ikhwan mengatakan, tenaga medis di rumah sakit sangat kesulitan untuk melakukan evakuasi. ”Setiap ada gerakan, tentara Israel melakukan serangan,” ungkapnya. Saat ini sebagian besar penghuni RS Indonesia di Gaza berada di lantai dasar. Ada sekitar 700 orang yang sedang menjalani perawatan.

Selain itu, ada sekitar 5.000 orang yang mencari perlindungan dengan berada di dalam RS Indonesia di Gaza. Ikhwan mengatakan, ribuan orang tersebut mayoritas wanita dan anak-anak. Dengan begitu, menurut dia, tidak ada alasan bagi tentara Israel melakukan serangan ke RS Indonesia di Gaza.

Ketua Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad menuturkan, banyak warga yang bermukim untuk mencari perlindungan di RS Indonesia di Gaza. Dia menegaskan bahwa tidak benar RS tersebut menjadi tempat persembunyian tentara Hamas. ”Seharusnya RS jadi tempat aman dan damai,” katanya. Sesuai dengan perjanjian internasional, RS tidak boleh jadi sasaran peperangan.

Sarbini menambahkan, serangan tersebut tentu memprihatinkan bagi rakyat Indonesia. Pasalnya, Indonesia menjadi donator abadi RS tersebut. Untuk itu, dia menyampaikan aspirasi supaya Presiden Joko Widodo kembali menggalang dukungan internasional agar Israel bersedia melakukan gencatan senjata. Termasuk kembali menghubungi Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Sementara itu, melalui pernyataan resminya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan bahwa Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya serangan Israel ke RS Indonesia di Gaza yang menewaskan sejumlah warga sipil. ”Serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional,” tegasnya.

Baca Juga :  MUI Sebut Tidak Pernah Merilis Daftar Produk yang Terafiliasi dengan Israel

Dia mendorong semua negara, terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, menggunakan segala pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak Israel menghentikan kekejamannya. Saat ini Menlu Retno tengah berada di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), bersama dengan Menlu Arab Saudi, Menlu Jordania, Menlu Mesir, Menlu Palestina, dan Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk menggalang dukungan. Terutama pada negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB atau P5.

Terkait kondisi tiga WNI yang menjadi relawan di RS Indonesia di Gaza, Retno mengatakan bahwa pihaknya masih hilang kontak dengan mereka. Dia telah menghubungi Badan Bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) di Gaza. Namun, jawaban yang diterima masih tidak sesuai harapan.

Selain UNRWA, Retno sudah berusaha menghubungi WHO dan Palang Merah Internasional.

Kemarin, di Pangkalan TNI-AU Halim Perdanakusuma, 21 ton bantuan dari Indonesia diterbangkan menuju Palestina. ”Bantuan ini bersumber dari anggaran pemerintah sebesar Rp 31,9 miliar dan juga berasal dari perusahaan, dari masyarakat. Antara lain dari PT Paragon Technology and Innovation, kemudian dari Indonesian Humanitarian Alliance, Kitabisa, Baznas, WeCare, dan lain-lainnya,” kata Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa pengumpulan bantuan kemanusiaan di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) masih dibuka.

Rencananya, TNI-AL mengirim kapal rumah sakit untuk membantu korban perang di Gaza, Palestina. Niatan itu sudah disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan mendapat izin dari Presiden Jokowi. Saat ini TNI-AL tengah menunggu izin keluar. (syn/lyn/mia/wan/sha/c7/c18/fal)

Terpopuler

Artikel Terbaru