Rumah produksi HAS Pictures melayangkan somasi terhadap Ratu Sofya setelah merasa ada kewajiban yang tidak ditunaikan sang aktris sesuai dengan kesepakatan kerja sama yang telah disepakati kedua belah pihak sebelumnya.
Ratu Sofya menolak terlibat mempromosikan film berjudul Dosa: Penebusan atau Pengampunan yang dibintanginya dengan alasan ada sex scene atau adegan seks di film Dosa: Penebusan atau Pengampunan.
Reza Aditya selaku produser dari rumah produksi HAS Pictures membenarkan film yang akan tayang pada pertengahan tahun 2026 memang ada adegan seks di dalamnya.
“Memang benar ada sex scene, tapi kita tidak sangat mengekspos itu. Ini bukan cuma sekedar sex scene yang kita mau tampilkan di film karya kita,” kata Reza Aditya.
Dia menegaskan, keberadaan sex scene dalam film Dosa: Penebusan atau Pengampunan bukan untuk sensasi murahan trik marketing film. Ada tuntutan cerita film yang mengharuskan ada adegan seperti itu.
“Ini ada filosofinya, ada ceritanya, bukan kita ngejual ini (adegan seks) dalam film kita,” tuturnya.
Reza Aditya memastikan adegan dewasa dalam film ditampilkan dengan berpedoman pada batas-batas tertentu. Dia pun beberapa kali memastikan tidak ada yang terlalu vulgar.
“Adegannya nggak vulgar dan tidak mengarah ke pornografi,” paparnya.(jpc)
Rumah produksi HAS Pictures melayangkan somasi terhadap Ratu Sofya setelah merasa ada kewajiban yang tidak ditunaikan sang aktris sesuai dengan kesepakatan kerja sama yang telah disepakati kedua belah pihak sebelumnya.
Ratu Sofya menolak terlibat mempromosikan film berjudul Dosa: Penebusan atau Pengampunan yang dibintanginya dengan alasan ada sex scene atau adegan seks di film Dosa: Penebusan atau Pengampunan.
Reza Aditya selaku produser dari rumah produksi HAS Pictures membenarkan film yang akan tayang pada pertengahan tahun 2026 memang ada adegan seks di dalamnya.
“Memang benar ada sex scene, tapi kita tidak sangat mengekspos itu. Ini bukan cuma sekedar sex scene yang kita mau tampilkan di film karya kita,” kata Reza Aditya.
Dia menegaskan, keberadaan sex scene dalam film Dosa: Penebusan atau Pengampunan bukan untuk sensasi murahan trik marketing film. Ada tuntutan cerita film yang mengharuskan ada adegan seperti itu.
“Ini ada filosofinya, ada ceritanya, bukan kita ngejual ini (adegan seks) dalam film kita,” tuturnya.
Reza Aditya memastikan adegan dewasa dalam film ditampilkan dengan berpedoman pada batas-batas tertentu. Dia pun beberapa kali memastikan tidak ada yang terlalu vulgar.
“Adegannya nggak vulgar dan tidak mengarah ke pornografi,” paparnya.(jpc)